Nusantara Dalam Kitab-Kitab Kuno yang Ditemukan di Indonesia

Nusantara Dalam Kitab-Kitab Kuno yang Ditemukan di Indonesia
Kitab Negarakertagama menunjukkan kehebatan Nusantara zaman dulu. (Twitter/MuseumNasional)

Siapa bilang Nusantara zaman dulu nggak semaju Indonesia masa kini? Buktinya, kitab-kitab ini menceritakan kehebatan bangsa kita di masa kerajaan, lo.

Inibaru.id – Kisah kehebatan Nusantara zaman dulu memang bisa kita temukan dalam sejumlah catatan sejarah. Nggak hanya menempati daerah yang sekarang menjadi Indonesia, wilayah kekuasaan Nusantara bahkan mencapai negara jiran seperti Malaysia dan Singapura. 

Bukti kejayaan itu termaktub dalam pelbagai kitab kuno di Jawa. Kitab apa saja?

Majapahit Dalam Negarakertagama

Kitab Negarakertagama menceritakan kejayaan Majapahit. (Twitter/liachristie)
Kitab Negarakertagama menceritakan kejayaan Majapahit. (Twitter/liachristie)

Kitab Negarakertagama ditemukan JLA Brandes di Istana Raja Lombok pada 1894. Kitab ini bisa diamankan sebelum seisi buku di perpustakaan kerajaan tersebut dibakar. Nah, kitab ini ternyata sudah ditulis sejak 1365 oleh Mpu Prapanca.

Negarakertagama berarti negara yang menganut agama yang suci. Kitab berupa kakawin tersebut menceritakan tentang kehebatan Kerajaan Majapahit, khususnya di bawah pemerintahan Hayam Wuruk yang bergelar Sri Rajasanagara dari 1287 hingga 1365.

Kitab ini menjabarkan Majapahit secara detail, lengkap dengan silsilah raja-raja, kondisi kota kerajaan, luas wilayah, hingga pemerintahan-pemerintahan di wilayah kekuasannya. Kakawin itu juga menyebutkan tentang candi-candi dan ritual seperti Upacara Sradha.

Bhineka Tunggal Ika pada Sutasoma

Kitab Sutasoma. (menara62)
Kitab Sutasoma. (menara62)

Kitab Sutasoma adalah syair Jawa Kuno hasil gubahan Mpu Tantular yang hidup pada masa kejayaan Majapahit. Sebenarnya, kitab ini lebih menceritakan tentang perjalanan Pangeran Sutasoma yang berasal dari Negeri Hastinapura untuk menemukan arti kehidupan.

Nah, semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan toleransi berasal dari kitab ini. Hm, kebayang dong betapa beradabnya masyarakat zaman itu?

Ensiklopedia Tradisi pada Serat Centhini

Serat Centhini. (Kumparan)
Serat Centhini. (Kumparan)

Serat Centhini sebenarnya adalah ensiklopedia tradisi, budaya, pengetahuan, dan berbagai hal lain yang dikumpulkan di masa pemerintahan Raja Pakubuwana V. Sayangnya, kebanyakan orang hanya mengenal bagian Serat Centhini atau Suluk Tembangraras yang terkait dengan ilmu-ilmu seksualitas.

Naskah Berharga La Galigo

La Galigo yang ditulis dengan aksara Bugis. (Twitter/BlogTolkien)
La Galigo yang ditulis dengan aksara Bugis. (Twitter/BlogTolkien)

Karya sastra setebal 6.000 halaman yang dilengkapi dengan 12 ribu manuskrip foto ini adalah salah satu yang paling berharga di dunia. Pembuatnya adalah Bangsa Bugis kuno sekitar abad ke-13 hingga ke-15.

Saking berharganya karya sastra ini, manuskrip aslinya masih dirawat dengan aman di Museum Leiden, Belanda.

Kitab-kitab ini menjadi bukti sejarah sekaligus bentuk peradaban yang membanggakan di Nusantara. Sebagai bagian dari negara ini, kamu patut berbangga diri lo, Millens(Oke/IB09/E03)