Sapi-Sapi Pun Turut Berlebaran di Boyolali

Sapi-Sapi Pun Turut Berlebaran di Boyolali
Warga mengajak jalan-jalan sapinya keliling kampung seminggu pasca-Lebaran. (Solopos)

Dalam menyambut Syawalan, umat Muslim di Kabupaten Boyolali menyambutnya dengan melakukan tradisi unik, yaitu Bakdan Sapi. Ya, nggak hanya pemiliknya saja yang berlebaran, para sapi perah pun berdandan "cantik" untuk merayakan hari kemenangan ini.

Inibaru.id – Mengunjungi tetangga dan kerabat untuk bermaaf-maafan merupakan tradisi Lebaran yang sudah dilakukan umat Islam di Indonesia selama berpuluh-puluh tahun. Tradisi ini dilakukan pula oleh masyarakat Boyolali, Jawa Tengah.

Uniknya, nggak hanya masyarakat saja yang berlebaran. Seminggu setelah Idulfitri, hewan ternak warga seperti sapi turut pula merayakan Hari Kemenangan.

Tradisi Bakdan Sapi dilakukan oleh masyarakat Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk. Dalam tradisi ini, warga mempersolek sapi-sapi mereka dengan kalung ketupat. Ada pula yang menghiasi sapi mereka dengan cat warna-warni dan tulisan-tulisan lucu.

Nantinya, sapi-sapi itu akan diarak keliling kampung dan disaksikan oleh warga. Hm, ada-ada saja ya! Ha-ha.

https://www.inibaru.id/nuploads/61/sapi-byl-luur.jpg

Badan sapi dihias dengan tulisan-tulisan lucu. (Simoud)

Sebelum diarak, warga lebih dulu melakukan kenduri. Bersama-sama, mereka menyantap ketupat dan sayur di jalan kampung. Ini menjadi simbol kerukunan antar-warga. Usai makan, barulah arak-arakan dimulai. Biasanya, sapi-sapi yang dihias merupakan sapi perah.

Bakdan Sapi digelar sebagai wujud syukur warga pada Tuhan. Lewat arak-arakan ini, para peternak sapi perah berharap Yang Maha Kuasa memberikan mereka kelancaran rezeki lewat susu sapi yang melimpah.

Selain sapi, arak-arakan juga dilengkapi dengan gunungan hasil bumi dan ketupat beserta sayurnya. Usai arak-arakan, tentu gunungan tersebut dibagikan pada warga. Hm, kebayang kan meriahnya seperti apa?

Eh, ada tradisi unik apa di tempatmu saat Lebaran? (IB15/E03)