Nggak Cuma saat Imlek, Kelenteng di Temanggung Ini Gelar Pertunjukan Potehi pada Tiap Perayaan  

Nggak Cuma saat Imlek, Kelenteng di Temanggung Ini Gelar Pertunjukan Potehi pada Tiap Perayaan   
Panggung Wayang Potehi di Kelenteng Cahaya Sakti Kong Ling Bio. (Inibaru.id/ Issahani)

Meski secara administratif saya nggak tinggal di Semarang, tapi saya lumayan update informasi soal kota ini. Salah satunya tema Pasar Imlek Semawis Kota Semarang 2020 yang mengambil tema Wayang Potehi. Barangkali tujuannya untuk melestarikan Wayang Potehi. Kalau memang benar, sepertinya Semarang perlu mencontoh Temanggung. Di salah satu kelenteng, pertunjukan ini nggak cuma digelar pas Imlek.

Inibaru.id - Jika di Semarang orang bisa menonton pertunjukan Potehi (hanya) menjelang Imlek, di Temanggung kamu bisa menontonnya di luar itu. Tepatnya di Kelenteng Cahaya Sakti Kong Ling Bio, pertunjukan Potehi juga digelar pada saat peringatan Se Djit atau ulang tahun Dewa Bumi, Millens.

Acara ini dilaksanakan pada bulan Maret. Saya masih ingat kemeriahannya yang nggak jauh beda dengan Imlek. Pernak-pernik merah dan musik khas Tionghoa turut meramaikan acara. Pada salah satu sisi, ada panggung Potehi.

Dari balik panggung, saya mengintip. Ternyata di balik tirai merah polos, sang dalang tengah duduk memainkan Potehi.

Penonton menikmati pertunjukan Wayang Potehi di Kelenteng Cahaya Sakti Kong Ling Bio. (Inibaru.id/ Issahani) <br>
Penonton menikmati pertunjukan Wayang Potehi di Kelenteng Cahaya Sakti Kong Ling Bio. (Inibaru.id/ Issahani)

Karena waktu itu saya datang terlambat, saya sudah ketinggalan jalan ceritanya. Meski begitu saya senang melihat penonton lintas etnis tampak serius mencermati kisahnya. Apalagi kisahnya disampaikan dalam campuran Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Tentunya para penonton paham.

Saya jadi tergerak untuk kembali mengubungi pengurus Kelenteng Cahaya Sakti Lidya Sie Lie Bing untuk bertanya-tanya mengenai tradisi ini, Sabtu (18/1). Lidya memberi informasi yang cukup menarik, Millens. Katanya pertunjukan ini nggak asal main lo. Pemilihan tema pementasan harus meminta izin terlebih pada Dewa Bumi. Jadi, nggak bisa sembarangan.

O ya, seperti yang saya sampaikan di atas, Kelenteng Cahaya Sakti terbilang konsisten mengadakan pertunjukan seni Wayang Potehi. Selain momen Imlek dan ulang tahun Dewa Bumi, pertunjukan Potehi juga digelar pada hari ulang tahun kelenteng. 

"Harapan kami mengadakan pertunjukan wayang potehi selain sebagai hiburan juga untuk melestarikan budaya asli Tionghoa. Sehingga generasi selanjutnya mengenal dan meneruskan untuk melestarikannya,” ungkap Lidya. 

Betul juga kata Lidya. Dengan intensitas pementasan yang lebih sering, siapa tahu anak muda tertarik ikut menonton syukur-syukur ikut melestarikan. Seperti yang dulu saya saksikan, penonton Wayang Potehi memang banyak, tapi kebanyakan adalah orang-orang tua. Sayang banget kan kalau budaya yang konon sudah berusia 3000 tahun ini dilupakan? (Issahani/E05)