Nggak Banyak yang Tahu, Ini Sejarah Penamaan Gang Lombok di Pecinan Semarang

Menjadi tempat yang terkenal dengan Klenteng Tay Kak Sie dan lunpia, Gang Lombok memiliki sejarah menarik. Seperti apa asal usul penamaan Gang Lombok?

Nggak Banyak yang Tahu, Ini Sejarah Penamaan Gang Lombok di Pecinan Semarang
Suasana Gang Lombok di sore hari. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Inibaru.id - Jika melintas di Pecinan Semarang, jangan lewatkan klenteng tua Tay Kak Sie dan lunpia legendaris di Gang Lombok ya. Eh, kamu anak Semarang sudah tahu belum sejarah Gang Lombok?

Ceritanya, dulu wilayah yang kini disebut Gang Lombok ini adalah ladang tanaman cabai. Jadi, belum menjadi permukiman. Barulah ketika Klenteng Kwan Im Teng dipindah, daerah ini dinamai. Dipilihlah nama Gang Lombok mengingat daerah itu merupakan ladang cabai atau lombok dalam bahasa Jawa.

Gang Lombok terkenal dengan Klenteng Tak Kak Sie atau lunpianya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Pemindahan klenteng bukan tanpa sebab, lo. “Karena di sekitarnya (klenteng lama) sering terjadi perseteruan, maka para saudagar kaya mencari lahan untuk membuat klenteng baru,” kata Andre Wahyudi, petugas sekretariat Tay Kak Sie, Kamis (3/10).

Akhirnya setelah mempertimbangkan feng shui dan hong shui, dipilihlah ladang tadi untuk menjadi lokasi pendirian klenteng. Sebenarnya tempatnya nggak jauh kok dari lokasi klenteng sebelumnya yaitu di Gang Belakang.

Sungai yang terletak di Gang Lombok menjadi salah satu penanda feng shui yang baik. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

O ya, nggak cuma lokasi, nama klenteng juga ikut diganti. Sejak berdiri di lahan baru, Klenteng Kwan Im Teng diubah menjadi Tay Kak Sie yang berarti “kuil kesadaran aku”. Tujuannya, agar umat sadar akan keagungan Tuhan dan bersyukur. Jika dulu Kwan Im Teng digunakan untuk berdoa kepada Dewi Kwan Im, kini Klenteng Tay Kak Sie digunakan umat Tri Dharma.

Nah buatmu yang penasaran, bisa banget lo jalan-jalan ke Gang Lombok sambil mengunjungi klenteng yang telah berusia dua abad ini atau menikmati lunpia khas yang terkenal. (Zulfa Anisah/E05)