Mitos Orang Kudus Dilarang Menikah dengan Orang Pati, Mengapa?

Mitos Orang Kudus Dilarang Menikah dengan Orang Pati, Mengapa?
Mitos orang Kudus dilarang menikah dengan orang Pati. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ada mitos pernikahan yang unik di Pantura, yakni orang Kudus dilarang menikah dengan orang Pati. Hm, apa ya alasannya?

Inibaru.id – Nggak cuma mitos orang Jawa nggak boleh menikah dengan orang Sunda saja yang eksis dan dipercaya banyak orang, Millens. Di Pantura, ada mitos yang serupa, yakni orang Kudus dilarang menikah dengan orang Pati. Padahal, kedua kabupaten ini bersebelahan, lo. Apa sih alasannya?

Memang, mitos pernikahan ini sudah banyak yang melanggar. Kini, cukup banyak orang Kudus yang menikah dengan orang Pati. Maklum, karena lokasinya berdekatan, kemungkinan orang Kudus dan Pati bertemu karena berbagai urusan tentu sangat besar, bukan? Selain itu, banyak anak muda dari kedua kabupaten ini banyak yang merantau ke kota-kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, atau Solo untuk kuliah hingga berpotensi menjalin hubungan.

Balik lagi ke bahasan utamanya ya Millens. Jadi, mitos ini bermula dari kehidupan Sunan Kudus yang merupakan salah satu dari Wali Sanga. Dia berdakwah memperkenalkan Islam di wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Kretek ini. Nah, ada satu murid Sunan Kudus yang cukup populer, yakni Syekh Jangkung atau yang dikenal sebagai Saridin.

Pada suatu hari, Saridin dan Sunan Kudus bermain tebak-tebakan. Saridin berujar kalau di setiap tempat yang ada airnya, pasti ada ikan. Sunan Kudus menyebut di dalam kelapa yang berair, dijamin nggak ada ikan. Nah, Saridin kemudian pamer kesaktian dengan membelah buah kelapa untuk membuktikan kalau ada ikan di dalamnya.

Mitos pernikahan antara orang Kudus dan Pati masih banyak dipercaya. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Mitos pernikahan antara orang Kudus dan Pati masih banyak dipercaya. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Di lain kesempatan, Sunan Kudus meminta Saridin nggak mengambil air dengan keranjang agar nggak bocor dan sia-sia. Tapi, karena dasarnya sakti, Saridin tetap saja mengambil air dengan keranjang tanpa tumpah sedikitpun.

Sunan Kudus pun akhirnya merasa Saridin nggak perlu lagi berguru kepadanya. Dia melepasnya dan membiarkannya berkelana. Saridin ternyata tersinggung dengan hal ini. Dia pun kemudian berujar kalau anak cucunya nanti yang tinggal di Pati nggak akan menikah dengan keturunan dari Sunan Kudus.

Omong-omong ya, Millens, nama Saridin atau Syekh Jangkung pasti sering terdengar oleh orang-orang yang sering melakukan ziarah wali. Maklum, makamnya yang ada di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Pati, sering didatangi para peziarah.

Syekh Jangkung menikah dengan kakak dari Raja Mataram, Sultan Agung. Sang istri adalah Retno Jinoli.

Hm, menarik ya, Millens, mitos soal orang Kudus dilarang menikah dengan orang Pati ini. (Sol/IB09)