Mitos-mitos Tempat Wisata di Indonesia, Jangan Dilanggar Agar Nggak Celaka

Mitos-mitos Tempat Wisata di Indonesia, Jangan Dilanggar Agar Nggak Celaka
Salah satu mitos di tempat wisata paling populer: Sesajen di Bali nggak boleh diinjak atau ditendang. (Quora/Bagus Indra Dermawan)

Tempat wisata di Indonesia itu sangat kaya. Nggak hanya kaya akan pemandangan indah, namun juga kaya akan mitos-mitos yang dipercaya masyarakat sekitar. Nah, kamu pernah mendengar nggak mitos tempat wisata di Indonesia berikut ini?

Inibaru.id – Kalau soal tempat wisata, Indonesia memang nggak ada habis-habisnya, Millens. Di sini, wisata alam atau wisata budayanya memang sangat indah dan kaya.

Nah, saking kayanya, kita juga bisa mendengar soal mitos-mitos tempat wisata di Indonesia. Apa saja, ya?

Meski namanya mitos, banyak orang yang percaya, lo. Kalau kamu nggak menghormati mitos-mitos itu dan justru melanggarnya, bisa-bisa kamu malah bakal celaka.

Hm, berikut adalah daftar-daftar mitos tersebut.

Nggak Boleh Menginjak Sesajen di Bali

Kalau kamu sedang berkunjung ke Bali dan melihat sesajen, hati-hati ya jangan sampai menginjaknya. Jadi, gini, sesajen ini terbuat dari janur dengan isi bunga beraneka warna, buah-buahan, dan jajanan. Bagi orang Bali, sesajen ini sangat penting dan tinggi nilai spiritualnya.

Di Bali, sesajen yang paling umum adalah Canang Sari. Bentuknya bisa kotak atau bulat dengan tambahan dupa. Ukurannya nggak begitu besar, yakni sekitar setelapak tangan.

Lokasi penempatan Canang Sari ini biasanya di perempatan, pohon-pohon besar, pinggir jalan, pagar, atau sejumlah tempat suci.

Konon, Canang Sari ini adalah makanan bagi Buta Kala, semacam roh yang mengawasi pulau tersebut. Kalau kamu menendang, menginjak, atau bahkan melangkahinya, apalagi dengan sengaja, bisa-bisa kamu bakal kena masalah atau musibah, lo.

Warna Hijau di Parangtritis

Di Pantai Parangtritis, Yogyakarta, ada larangan nggak tertulis nggak boleh memakai baju warna hijau. (indonesia.travel)
Di Pantai Parangtritis, Yogyakarta, ada larangan nggak tertulis nggak boleh memakai baju warna hijau. (indonesia.travel)

Kalau main ke Yogyakarta, rasanya bakal kurang kalau nggak sampai berkunjung ke Pantai Parangtritis. Pengunjung pantai ini biasanya dilarang memakai baju berwarna hijau.

Banyak orang yang bahkan percaya kalau kamu melanggarnya, bisa-bisa bakal lenyap ditelan ganasnya ombak pantai selatan, lo.

Konon, hijau adalah warna favorit penunggu Laut Kidul, Nyi Roro Kidul. Kalau kamu memakainya di sana, dianggap sebagai salah satu bagian kerajaan Nyi Roro Kidul sehingga bakal ditarik untuk kembali. Hm, jadi penasaran beneran apa nggak, ya.

Nggak Boleh Mengambil Gambar di Baduy Dalam

Salah satu suku terisolir di Indonesia yang paling terkenal adalah Suku Baduy, khususnya yang berasal dari Baduy Dalam.

Mereka memilih untuk menutup dari dunia luar sebagai tradisi turun-temurun. Nah, andai ada pengunjung yang masuk ke dalam wilayah Baduy Dalam, juga nggak boleh sembarangan, lo.

Kamu nggak bakal diperkenankan mengambil foto atau merekam video. Bahkan, kamu nggak boleh mandi dengan memakai sabun, shampoo, atau pasta gigi.

Kalau kau melanggarnya, bakal kena denda atau hukuman lain. Bahkan, ada juga lo hukuman lain dari “penjaga” wilayah Baduy Dalam. Iyap, penjaga dalam tanda kutip.

Menikmati tempat wisata bisa kok dilakukan dengan tetap menghargai kepercayaan atau adat yang dipegang teguh masyarakat lokal. Nah, kira-kira, ada nggak sih mitos-mitos tempat wisata lainnya di Indonesia yang menarik? (Kom/IB09/E05)