Misteri Candi Gedong Songo, Mengapa Lokasinya Terpencil di Atas Gunung?

Misteri Candi Gedong Songo, Mengapa Lokasinya Terpencil di Atas Gunung?
Candi Gedong Songo ada di lereng gunung Ungaran dan lokasinya cenderung terpencil. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Lokasi Candi Gedong Songo jauh di atas gunung dan terpencil. Setiap candi juga terpisah seperti dibangun nggak terencana. Lantas, apa tujuan candi ini dibangun, ya?

Inibaru.id – Salah satu candi yang paling terkenal di Jawa Tengah adalah Candi Gedong Songo. Candi ini ada di Kabupaten Semarang. Jika dicermati, lokasi candi ini sangatlah nggak biasa karena ada di ketinggian lereng Gunung Ungaran.

Untuk mencapai lokasi candi, kita bahkan harus melewati jalanan menanjak yang cukup curam. Sebelum dikenal sebagai lokasi wisata, candi ini bahkan jauh dari permukiman. Selain bangunan candi yang bersejarah, pemandangan di Candi Gedong Songo sangatlah indah.

Kalau sedang cerah, kamu bisa lo melihat Gunung Merbabu, Sindoro, dan Sumbing sekaligus. Nah, candi ini ternyata terungkap oleh seorang Belanda pejabat VOC bernama Joan Loten pada 1740. Awalnya, hanya tujuh bangunan candi yang ditemukan sehingga diberi nama Gedong Pitoe. Namun, kemudian ditemukan dua candi lainnya sehingga namanya ikut berubah.

Candi berjenis Hindu Siwa dan bergaya Mataram Kuno ini nggak ditempatkan dalam satu kompleks. Setiap candi menyebar di puncak bukit yang berbeda-beda dan terpisahkan oleh ngarai mata air panas belerang. Diperkirakan, candi ini dibangun pada abad ke-8.

Candi Gedong Songo dijadikan tempat pertapa atau bersemedi. (Flickr/andreakirkby)
Candi Gedong Songo dijadikan tempat pertapa atau bersemedi. (Flickr/andreakirkby)

Mirip dengan Candi Dieng yang dibangun beberapa saat sebelumnya, lokasi Candi Gedong Songo di atas gunung dan jauh dari permukiman. Hal ini sempat membuat banyak ahli bingung mencari alasan mengapa candi-candi ini bisa dibangun. Berdasarkan disertasi peneliti dari Universitas Leiden, Belanda bernama Veronique Degroot berjudul a Study on Distribution, Orientation, and Spatial organization of Central Javanese Temple Remains, disebutkan bahwa candi ini sepertinya dijadikan tempat semedi atau bertapa.

Sementara itu, arkeolog asli Jerman bernama Lydia Kieven menyebut lokasi candi yang terpencil bisa membuat para peziarah menikmati kesunyian sekaligus berkonsentrasi dalam pertapaan atau semedi dengan lebih baik.

“Ada kemungkinan, peziarah, baik itu dari masyarakat biasa hingga para aristokrat atau raja, bisa menyepi ke pertapaan untuk mendapatkan kekuatan spiritual,” terang Kieven.

Menariknya, ada prasasti yang ditulis pada abad ke-14 yang menyebut candi ini masih dipakai untuk bertapa hingga di abad tersebut. Hal ini berarti, masa penggunaannya cukup panjang.

Wah, ternyata Candi Gedong Songo juga memiliki sisi lain yang menarik, ya Millens? (His/IB09/E05)