Menyoal Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, Mungkinkah?

Rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige dame adalah julukan yang disematkan penulis cum sejarawan Portugis Diego de Cauto. Artinya: "Ratu Jepara, perempuan kaya dan berkuasa, seorang perempuan yang gagah berani." Dialah Ratu Kalinyamat, sosok yang tengah dikaji untuk diajukan sebagai Pahlawan Nasional.

Menyoal Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, Mungkinkah?
Lestari Moerdijat, Ketua Yayasan Dharma Bakti Lestari, saat memberikan sambutan dalam FGD "Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional" di Hotel Santika, Slipi, Jakarta. (Medcom/Rhobi Shani)

Inibaru.id - Poros maritim, saat ini istilah itu begitu familiar di telinga kita. Menteri KKP Susi Pudjiastuti menjadi salah seorang yang gigih menyerukan betapa pentingnya poros tersebut bagi Indonesia yang terdiri atas kepulauan. Jauh sebelum Susi menyuarakannya, sesosok perempuan dari Jepara juga pernah menyuarakannya.

Ya, perempuan itu adalah Retno Kencono, atau warga Jepara lebih mengenalnya sebagai Ratu Kalinyamat. Belakangan, namanya banyak disebut orang lantaran cucu perempuan dari pendiri Kesultanan Demak, Raden Patah, itu tengah diperjuangkan untuk dijadikan sebagai Pahlawan Nasional.

"Kami memang mencoba menghidupkan kembali gagasan untuk menjadikan Ratu Kalinyamat Pahlawan Nasional," ungkap Lestari Moerdijat, Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari, dikutip dari Medcom, Senin (15/4/2019).

Yayasan Dharma Bakti Lestari belakangan memang rajin menggelar kajian terkait keberadaan Ratu Kalinyamat di Jepara, salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) "Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional" yang digelar di Hotel Santika, Jakarta Barat, belum lama ini.

"Banyak ide-ide besar dan luar biasa yang sudah dimiliki oleh Ratu Kalinyamat sebagai perempuan saat itu yang sudah melampaui jauh zamannya, antara lain adalah gagasan poros maritim yang saat ini diyakini harus dimiliki Indonesia," ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, dalam FGD tersebut.

Lestari Moerdijat (tengah, berbaju putih) saat berziarah ke Makam Ratu Kalinyamat di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. (Mediaindonesia/Haryanto)

Muara dari FGD, lanjut Rerie, adalah memunculkan naskah akademik terbaru untuk menguatkan usulan kepada pemerintah untuk menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

"Kami lakukan serangkaian komunikasi dan diskusi informal agar gagasan menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional bisa terealisasi," ujar Rerie.

Perlu kamu tahu, Ratu Kalinyamat adalah anak dari Sultan Trenggana, Sultan Demak setelah Raden Patah. Kegigihannya menolak kehadiran bangsa Portugis ke Nusantara membuatnya dikenal sebagai ratu Jepara yang pemberani.

Ratu Kalinyamat memang dikenal piawai memimpin wilayah kekuasaannya. Kendati berada di bawah kekuasaan Kesultanan Demak, istri dari Pangeran Thoyib itu menjadikan Jepara sebagai kerajaan yang disegani. Mereka memiliki armada laut dan perekonomian yang kuat.

Saat Demak tengah sibuk pada armada daratnya, Ratu Kalinyamat telah menggagas poros maritim lantaran menyadari ancaman terbesar Jepara yang berada di pesisir utara Jawa bukanlah dari darat, tapi laut. Nah, poros maritim inilah yang kini menjadi alasan kuat kenapa Ratu Kalinyamat harus menjadi Pahlawan Nasional.

Usulan menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional bukanlah kali pertama ini digulirkan. Sekurangnya sudah ada dua kali usulan yang diajukan, tapi selalu menemu kebuntuan.

Semoga usulan terbaru ini membuahkan hasil, yakni Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional! (IB20/E03)