Lestarikan Tongklek di Rembang dengan Festival Thong-Thong-Lek

Lestarikan Tongklek di Rembang dengan Festival Thong-Thong-Lek
Festival tongklek di Jateng. (Antara/Yusuf Nugroho)

Apa jadinya jika tradisi membangunkan sahur atau yang biasa disebut Tongklek dijadikan sebuah festival? Di Rembang, festival itu disebut Festival Thong-Thong-Lek yang bakal digelar pada 1 Juni 2019 mendatang.

Inibaru.id – Membangunkan sahur seoalh menjadi kewajiban masyarakat di Indonesia, khususnya anak muda di Jawa. Dengan memukul kaleng bekas, drum, dan pelbagai perkusi lain, mereka berkeliling kampung sambil berteriak, "Sahur, sahur!"

Di Rembang, Jawa Tengah, tradisi itu disebut tongklek atau tonglek. Kebiasaan itu kemudian menjadi kesenian Thong-Thong-Lek (sebagian orang menyebutnya Tongklek). Dulu, tongklek menggunakan alat musik perkusi berupa kentongan yang terbuat dari bambu. Adalah warga Tanjungsari, Kecamatan Rembang yang memulai kesenian unik ini.

Konon, Tongklek menjadi salah satu cara para ulama zaman dulu menyebarkan Islam di Rembang. Bermula dari kebiasaan membangunkan sahur menggunakan kentongan, pemerintah daerah lantas mengembangkannya menjadi kesenian yang diwadahi dalam Festival Thong-Thong Lek.

Dalam festival itu, peserta memainkan alat-alat tradisional seperti kentongan, gamelan, dan lain-lain. Mereka bebas memainkan lagu bernapaskan Islam yang digubah atau ciptaan sendiri.

Hm, tertarik menontonnya? Kamu bisa nonton festival ini pada tanggal 1 Juni nanti. Festival ini biasanya digelar dalam dua sesi, yakni melalui sesi parade di jalan dan halaman Stadion Krida Rembang.

Yuk, meriahkan acara ini dengan mengajak teman atau keluarga! (IB15/E03)