Diarak dan Dirayakan, Tebu di Kendal juga Jadi Pengantin

Di Kendal, tebu juga jadi pengantin, lo. Pengantin tebu itu bahkan dibuatkan pesta pernikahan laiknya manusia. Begini ulasannya.

Diarak dan Dirayakan, Tebu di Kendal juga Jadi Pengantin
Arak-arakkan pengantin Tebu di Kabupaten Kendal. (Tribunnews)

Inibaru.id – Kalau bicara tentang pengantin, pemahaman umum akan merujuk kepada dua orang yang mengikat janji suci. Namun, di Kendal, pengantin itu bisa berupa dua tebu yang diarak berkeliling, lo. Tradisi mengarak tebu ini dinamakan Pengantin Tebu.

Adalah Pabrik Gula (PG) Cepiring, Kendal yang melaksanakan tradisi Pengantin Tebu. Tradisi yang sudah ada sejak lama itu diadakan untuk menandai tibanya musim penggilingan tebu atau wiwitan giling. Kendati begitu, tidak ada informasi pasti setiap bulan apa tradisi ini dilakukan.

Tebu yang dijadikan pengantin biasanya dibawa sepasang petugas yang ditunjuk dalam tradisi Pengantin Tebu di Pabrik Gula (PG) Cepiring, Kendal. (Rmoljateng)

Tebu yang dijadikan pengantin bukanlah tebu sembarangan, Millens. Tebu ini diambil dari bibit unggul yang sehat. Kebiasaan di masyarakat, tebu yang disimbolkan sebagai mempelai lelaki diambil dari lahan yang dimiliki petani. Sementara, simbol mempelai perempuan diambilkan dari tebu yang ditanam di lahan pabrik.

 

Arak-arakan Pengantin Tebu menandai musim giling di Kecamatan Cepiring, Kendal. (Rri)

Oiya, tebu yang diarak pun memiliki nama laiaknya manusia, lo. Tebu lelaki dinamakan Bagus Sarkoro, sedangkan Sri Manis adalah tebu mempelai perempuan.

Merujuk Kompas.com (7/7/2011), nama Bagus Sarkoro memiliki arti jaya tiga pilar, yakni banyak, bersih dan berkah. Dengan nama ini, diharapkan gula yang dihasilkan nanti akan banyak dan berkualitas baik. Sementara, nama Sri Manis diharapkan gula hasil produksi nanti berasa manis.

Eits, tapi nama pengantin itu nggak saklek, ya. Tiap tahun, nama pengantinnya bisa berubah, tapi tentu saja ada makna di balik nama-nama itu.

Sinok-Sinang Kendal bertugas mengarak pengantin dan menunggu hingga proses penggilingan secara simbolik dilakukan. (Kendalkab)

Anyway, pelaksanaan tradisi ini nggak sekadar mengarak dua pengantin berkeliling kampung. Dalam tradisi yang sama, kamu juga bakal menemukan hiburan rakyat seperti wayang kulit, barongan, kuda lumping dan sejenisnya. Bahkan, ada juga sesaji dari jajanan pasar serta kepala kerbau yang melengkapi tradisi ini.

Kepala kerbau, dalam ritual ini, akan diletakkan di atas mesin penggiling sebelum pengantin tebu dipertemukan. Kemudian, setelah bertemu, kedua pengantin tersebut dimasukkan dalam mesin gilingan untuk diambil sari gulanya.

Hiburan rakyat untuk selama prosesi Pengantin Tebu berlangsung. (Tribunnews)

Tradisi ini sempat menguap dan nggak dilakukan lagi seiring dengan berhenti beroperasinya PG Cepiring. Namun, belakangan, pihak PG Cepiring membangkitkan kembali tradisi Pengantin Tebu itu karena pihaknya kembali aktif.

Pengantin Tebu ini diharapkan mampu menjadi sarana perekat hubungan antara pihak petani tebu dan pemilik pabrik gula. Hal tersebut harus dijaga baik karena keduanya merupakan bagian penting dari sebuah proses produksi gula. (IB23/E04)