<em>Wong</em> Samin dan Sedikit Ajaran yang Mereka Anut
Masyarakat Samin kental dengan konsep Sedulur Sikep. (Kepoan)

Wong Samin dan Sedikit Ajaran yang Mereka Anut

Di Indonesia, Suku Samin merujuk pada masyarakat pengikut Samin Surosentiko yang terkenal dengan ajaran sedulur sikep. Orang-orangnya disebut Wong Sikep. Gimana keseharian mereka?

Inibaru.id – Ajarannya selalu menentang kekerasan. Untuk melawan, mereka memilih diam, mengambil sikap, dan berargumen. Inilah yang dilakukan Suku Samin, masyarakat pengikut Samin Surosentiko, sosok asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Suku Samin kali pertama ada di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora. Dari sana, mereka berkembang hingga ke Kecamatan Randublatung, lalu menjalar lebih luas hingga Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Perlawanan Suku Samin begitu tampak pada era penjajahan Belanda. Mereka mbalelo aturan yang dibuat penjajah, seperti nggak mau membayar pajak atau mencatatkan pernikahan mereka. Semua itu dilakukan seolah mereka orang yang lugu sehingga kemudian samin diidentikkan dengan orang yang (maaf) pandir.

Kendati demikian, perlawanan unik ini rupanya justru merepotkan penjajah, baik pada masa pendudukan Belanda hingga Jepang.

Pakaian warna hitam menjadi simbol identitas Suku Samin. (Istimewa)

Pengikut ajaran Samin memiliki nilai-nilainya sendiri, di antaranya nggak sekolah, nggak memakai peci, nggak boleh poligami, dan nggak berdagang karena dalam perdagangan ada unsur kebohongan.

Mereka juga memiliki pokok-pokok ajaran. Ajaran itu antara lain, Samin nggak membeda-bedakan agama. Mereka nggak pernah mengingkari atau membenci agama, karena yang penting bagi mereka adalah tabiat.

Pengikut Samin juga dilarang mengganggu orang, bertengkar, iri, dan mencuri. Mereka diajari untuk bersikap sabar, jujur, saling menghormati, dan nggak boleh sombong.

Selama hidup, seorang Samin harus memami kehidupannya. Sebab, manusia memiliki satu roh yang bersifat abadi selamanya, dan nggak akan hilang meski orang tersebut telah meninggal. Makna meninggal bagi Suku Samin seperti halnya menanggalkan pakaian.

Setia terhadap pasangan menjadi salah satu ajaran Suku Samin. (Joharjohar)

Seperti halnya agama samawi, Suku Samin memiliki kitab suci yang popular dan dimuliakan bernama Serat Jamus Kalimasada. Kitab tersebut terdiri atas beberapa buku, yakni Serat Punjer Kawitan, Serat Pikukuh Kasajaten, Serat Uri-Uri Pembudi, Serat Jati Sawit, dan Serat Lampahing Urip. Kitab ini menjadi pedoman membangun "negara batin" warga Samin.

Wah, penuh nilai sekali ya ajaran satu ini. Tertarik mengenal Wong Samin lebih dekat? (MG26/E03)