Rebo Bontong, Ritual Mandi Bersama Suku Sasak

Rebo Bontong, Ritual Mandi Bersama Suku Sasak
Mandi bersama dalam tradisi Rebo Bontong. (Lombok Mandalika)

Rebo Bontong merupakan tradisi mandi bersama yang dilaksanakan oleh masyarakat Suku Sasak sebagai upaya menyucikan diri dari segala hal buruk sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Inibaru.id – Mandi merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan untuk membersihkan diri dari segala kotoran. Namun, ada yang menarik dari kegiatan mandi satu ini. Di Suku Sasak Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), ada sebuah ritual mandi bersama yang bernama tradisi Rebo Bontong.

Tradisi Rebo Bontong merupakan ritual mandi bersama yang dilakukan masyarakat Suku Sasak. Dilihat dari namanya, Rebo Bontong berarti Rabu terakhir bulan kedua pada penanggalan Hijriah yakni Safar. Tradisi tersebut digelar sekaligus untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.  

Tradisi unik yang sudah berumur ratusan tahun ini diyakini masyarakat dapat menyucikan tubuh dan dapat menghilangkan sakit selama satu tahun ke depan. Saat Rebo Bontong tiba, masyarakat Suku Sasak akan datang berbondong-bondong ke sungai atau pesisir pantai terdekat dan mandi beramai-ramai.  Beberapa desa juga ada yang melakukan ritual mandi bersama di sebuah sumur desa yang dikeramatkan.

Beritagar.id, Selasa (20/12/2016), menulis, di Pringgabaya, Lombok Timur, sebelum acara Rebo Bontong dilaksanakan, masyarakat terlebih dahulu melakukan tetulak desa, tetulak gubuk, dan tetulak otak reban. Tetulak merupakan tradisi tolak bala berupa selamatan.

Ketua Adat setempat membawa kepala kerbau untuk dilarung ke laut dalam tradisi Tetulak Tamparan. (Blog Rusliadi)

Sementara itu, masyarakat di Dusun Ketapang juga melakukan ritual Tetulak Tamparan. Saat ritual, seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat berkumpul di sekitar pesisir pantai untuk melarungkan sesajen yang berupa hidangan nasi dan kelengkapannya seperti buah, kemenyan, dan bunga rampai yang diarak menggunakan ancak saji (anyaman bambu) yang berukuran cukup besar. Nggak ketinggalan, kepala kerbau yang dibungkus dengan kain putih juga dibawa ketua adat ikut dilarungkan bersama sesaji-sesaji tersebut.

Dua minggu sebelum Rebo Bontong datang, berbagai jenis perlombaan seperti lomba pacuan kuda, balap sampan, tarik tambang, lomba lari, lomba pacuan becak, dan perlombaan olahraga lainnya juga digelar di Pantai Ketapang dan Pantai Tanjung Menangis, Pringgabaya.

Acara hiburan juga turut hadir memeriahkan tradisi Rebo Bontong seperti pementasan drama, pagelaran wayang kulit, pementasan rudat, pembacaan takepan (wewecan), cilokaq, kecimolan, jangger, dan sejumlah kesenian daerah Lombok.

Pertunjukan kesenian adat Gendang Baleq Suku Sasak di Lombok. (Holiday is lombok)

Dalam tradisi ini turut hadir para pedagang yang ikut meramaikan dengan menjajakan masakan tradisional seperti urap, pelencing, lontong, sate bulayak, dan makanan-makanan khas lainnya.

Sate Bulayak. (Kabupaten Lombok Barat)

Wah, cukup meriah ya, Millens. Kalau di daerahmu ada tradisi serupa Rebo Bontong nggak nih? (IB07/E04)