Cara Siswo Budoyo Bertahan di Jalan Ketoprak Pesisiran

Cara Siswo Budoyo Bertahan di Jalan Ketoprak Pesisiran
Ketoprak Siswo Budoyo Pati. (Tanahmemerah.wordpress)

Di Kabupaten Pati, kesenian ketoprak masih cukup lestari. Sejumlah grup ketoprak masih rutin ditanggap warga, salah satunya Ketoprak Siswo Budoyo.

Inibaru.id – Masyarakat Jawa mengenal ketoprak sebagai hiburan rakyat jelata, yang ditampilkan di luar kerajaan. Dengan gaya penuturan yang khas masyarakat setempat, ketoprak umumnya mengambil lakon cerita rakyat. Selain tontonan, kisah yang diangkat dalam ketoprak biasanya juga mengandung tuntunan.

Sebagai kabupaten yang berada di pantai utara Jawa Tengah, ketoprak khas Pati dipentaskan dengan gaya khas pesisiran. Hingga kini, ketoprak masih cukup lestari di sana. Salah satu kelompok ketoprak yang masih eksis adalah Ketoprak Siswo Budoyo.

Berasal dari Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, grup yang dipimpin Anom Sudarsono dan disutradarai Darno ini berdiri sejak 1989. Dalam rentang lebih dari dua dekade, Siswo Budoyo telah menelurkan sekurangnya 150 cerita.

Ketoprak Siswo Budoyo Pati (Tanahmemerah.wordpress.com)

Seperti kebanyakan ketoprak, Siswo Budoyo juga menggunakan bahasa Jawa dalam tiap pementasan. Lakon yang dibawakan biasanya berupa babad atau cerita rakyat, yang referensinya berasal dari buku atau folklor lisan. Salah satu cerita yang kerap dibawakan adalah "Labuh Trisno Saboyo Pati".

Digelar Malam, Rampung Pagi

Pementasan Ketoprak Siswo Budoyo biasanya berlangsung pada malam hari dan baru berakhir menjelang pagi atau sekitar pukul 04.00 WIB. Bikin bosan? Hm, nggak juga! Ini karena dalam pementasan mereka juga menyematkan tari-tarian dan aksi akrobatik, yang dipadu dengan guyonan dan seni kontemporer macam dangdut hingga campur sari.

Hingga kini, nggak sedikit orang Pati yang menggantungkan hidupnya dengan bermain ketoprak. Sekali ditanggap, mereka dibayar puluhan juta. Kelompok ketoprak biasanya panen saat masyarakat memperingati sedekah bumi, Agustusan, atau peringatan lain.

Selain aksi panggung, ketoprak juga diselingi tari-tarian. (Kodimpati)

Nggak hanya dari Pati, kelompok ketoprak juga setempat juga umumnya mengambil seniman dari luar daerah seperti Solo, Klaten, dan Purwodadi, bahkan dari luar Jawa Tengah seperti Ngawi, Bojonegoro, dan Tulungagung. Pemain "impor" itu biasanya memang sudah andal dan punya ketrampilan khusus untuk menghibur penonton.

Nah, kalau ke Pati, nggak ada salahnya sesekali menonton ketoprak, biar kamu tahu betapa kaya budaya negeri ini! (MG26/E03)