Mengenal dan Memperlakukan Teh dengan Tepat

Mengenal dan Memperlakukan Teh dengan Tepat
Jenis-jenis teh yang dikumpulkan salah seorang peserta, Ayudya Fitriana. (Inibaru.id/ Audrian F)

Teh ternyata memiliki banyak bahasan yang cukup menarik, mulai dari jenis, cara pembuatan hingga sejarahnya. Sekolah Telusuri bekerja sama dengan Wikiti mengajarkannya lewat Kelas Mengenal Teh.

Inibaru.id - Meski kalah populer dibanging kopi, teh memiliki sejarah dan filosofi yang menarik. Seenggaknya itu yang saya tangkap setelah mengikuti Kelas Mengenal Teh yang diadakan Sekolah Telusuri.

Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (22/2) siang di Hetero Space Semarang ini selaras dengan tujuan mereka yakni menjadi wadah bagi orang-orang yang ingin mempelajari keanekaragaman pariwisata dan kebudayaan di Indonesia.

Dalam acara tersebut Sekolah Telusuri bekerja sama dengan Wikiti yakni sebuah platform bikinan Koperasi Edukarya Negeri Lestari (KEN8). Wikiti memberi fasilitas buat yang mau belajar tentang teh.

Peserta sedang memperhatikan cara meracik teh. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Peserta sedang memperhatikan cara meracik teh. (Inibaru.id/ Audrian F)

Serba-serbi tentang teh banyak diutarakan oleh Tauhid Aminulloh. Selain menceritakan bagaimana asal-muasal teh, dia juga menyajikan berbagai jenis teh kepada para peserta.

“Hari ini kami ajak untuk mengenal teh. Sekarang itu orang-orang pada umumnya sekadar asal konsumsi saja tanpa mengetahui lebih dalam. Kopi mungkin sudah banyak yang memahami. Tapi kalau teh kan belum banyak yang tahu,” ujar Tauhid.

Proses pengenalan teh dimulai dari rekam jejak sejarahnya. Tiongkok merupakan negara yang memulai petualangan teh. Kemudian teh merambah ke Jepang hingga ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia karena pengaruh kolonialisme.

Saat bercerita tentang sejarah, diselingi icip-icip berbagai jenis teh. Saya jadi tahu perbedaan rasa dan proses pembuatan. Teh yang disajikan antara lain teh putih, teh hijau, teh merah, teh olong, teh kuning, teh tua, dan teh proses lanjut. Banyak juga kan jenisnya?

Para peserta sedang mencoba teh. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Para peserta sedang mencoba teh. (Inibaru.id/ Audrian F)

Saya juga ikutan icip-icip dong. Rasa tehnya nggak ada yang sama. Mungkin makin terasa beda karena nggak pakai gula. Yang saya paling suka white peony, harum banget dan bikin rileks. Yang paling nggak bisa saya nikmati adalah teh puochong oolong. Teh jenis ini melalui fermentasi ringan, Millens. Mahal sih tapi entah kenapa lidah saya nggak bisa menerimanya.

“Sebetulnya kita (Indonesia) punya tradisi minum teh yang kuat. Tapi karena tidak dilestarikan, tradisi itu hilang. Industri mungkin berperan mengubahnya, cuma karena kita sendiri yang abai, ya sudah nurut begitu saja,” ucapnya.

Communite Manager Sekolah Telusuri Mauren Fitri mengungkapkan kalau teh sudah menjadi minuman rakyat karena mudah ditemukan di mana-mana, tapi nggak banyak yang tahu tentang asalnya, varian bahkan bagaimana cara menyeduh teh. 

“Teman-teman kami beritahukan tentang pengenalan teh dulu sebelum menuju ke kelas-kelas lain seperti misalnya proses percampuran teh dengan jenis tanaman lain misalnya daun mint, melati, dan chamomile,” jelasnya.

Kelas Mengenal Teh ini diikuti oleh peserta dari berbagai profesi dan daerah. Sebagian peserta ada yang mengaku memiliki gerai kopi, penyuka teh, dan ada yang sekadar mau tahu soal teh. Salah seorang peserta yang mengundang perhatian adalah Ayudya Fitriana dari Ruko Space. Saking inginnya membedakan rasa teh, dia mengumpulkan seluruh sampel teh yang dibuat selama acara.

“Biar bisa ngerasain gimana perbedaan rasanya. Dan kalau mau difoto jadi cukup menarik,” ujar Ayudya.

Wah, menarik juga acaranya ya, Millens. Kamu sudah pernah icip-icip jenis teh yang mana saja nih? (Audrian F/E05)