Mengapa Selalu Ada Pintu Kanan dan Kiri di Warteg?

Mengapa Selalu Ada Pintu Kanan dan Kiri di Warteg?
Pintu warteg yang selalu ada dua rupanya memiliki folosofi tersendiri. (Detik/Kadek)

Selalu ada pintu kanan dan kiri pada sebuah warung tegal alias warteg. Ada alasan khusus atau cuma kebetulan saja, ya?

Inibaru.id – Kamu pernah menyadari nggak mengapa di setiap warung tegal (warteg), pasti ada dua pintu? Pintu tersebut biasanya ada di sisi kiri dan kanan warteg yang mengapit jendela transparan berukuran besar. Ternyata, ada alasan mengapa selalu ada dua pintu di warteg, lo.

Dilansir dari Kumparan pada Jumat (8/9/2022), budayawan dari Tegal Bernama Yono Daryono menyebut keberadaan dua pintu pada warteg tersebut memiliki nilai filosofisnya sendiri.

“Biar rezekinya banyak,” ungkapnya.

Meski begitu, sebenarnya ada alasan lain yang lebih logis terkait dengan keberadaan dua pintu di warteg. Hal ini lebih terkait dengan arsitektur dan ukuran warteg yang biasanya kecil.

“Biar nggak padat, warteg kan rata-rata ukurannya kecil. Jadi biar keluar masuknya pelanggan mudah, disediakanlah dua pintu,” lanjut Yono.

Memang, dengan adanya dua pintu, pelanggan bisa memilih pintu mana yang sekiranya tidak dipenuhi pelanggan untuk keluar atau masuk. Warung pun terlihat lebih lega sehingga pelanggan nggak ragu untuk masuk ke dalam untuk memesan makanan.

Sesuai dengan filosofi yang dipercaya pengelola warteg, hal ini pun akan berdampak pada datangnya rezeki lebih banyak, bukan?

Fakta-Fakta Unik Warteg Lainnya

Terdapat sejumlah fakta unik lain dari warteg. (Media Indonesia/Pius Erlangga)
Terdapat sejumlah fakta unik lain dari warteg. (Media Indonesia/Pius Erlangga)

Selain selalu menyediakan dua pintu di bagian depan, ada fakta unik lainnya tentang warung makan yang menyediakan menu rumahan ini, lo. Yuk simak satu-satu!

1. Banyak yang mengadopsi nama bahari

Ke manapun kamu mencari warteg, pasti bakal menemukan warteg yang memberikan tambahan nama Bahari. Ternyata, hal ini dianggap merepresentasikan Kota Tegal, Millens.

“Istilah bahari bukan milik perorangan, jadi semua pemilik warteg bisa memakainya,” ucap Yono dikutip dari Kumparan, (12/1/2019).

Tegal dikenal sebagai wilayah yang dekat dengan pantai utara. Di sana, hasil laut juga melimpah. Oleh karena itulah, kata "bahari" dianggap identik dengan kota ini. Karena alasan yang sama pula, banyak warteg yang memiliki cat dinding berwarna biru, karena dianggap sama dengan warna air laut.

2. Di Tegal, namanya bukan warteg

Di Tegal, kamu nggak akan menemui istilah warteg melainkan warung nasi. (Resepkoki)
Di Tegal, kamu nggak akan menemui istilah warteg melainkan warung nasi. (Resepkoki)

Sebuah fun fact, di kota asalnya, kamu malah nggak akan menemui warteg. Di sana, namanya adalah warung nasi.

“Soalnya, penyebutan warteg dari orang-orang luar Tegal. Kalau di Tegal ya jadi warung nasi biasa saja,” jelas Yono.

3. Ribuan orang merantau dari Tegal untuk membuka Warteg

Hampir di setiap kota di Indonesia selalu ada warteg. Itu artinya ada ribuan orang dari sejumlah desa di Tegal yang merantau demi membuka warteg di daerah lain. Desa-desa tempat para pengusaha warteg tersebut di antaranya Sidokaton, Krandon, Sidapurna, Cabawan, serta Desa Margadana.

Nah, kamu yang saban hari nggak pernah absen berkunjung ke warteg sudah tahu dengan fakta-fakta menarik ini, belum? Untuk mendapatkan fakta unik lainnya, mungkin kamu bisa menanyai langsung si penjualnya, Millens. (Arie Widodo/E10)