Mengapa di Kudus Nggak Boleh Menyembelih Sapi?

Mengapa di Kudus Nggak Boleh Menyembelih Sapi?
Penyembelihan hewan kerbau di Kudus. (moslimpedia.blogspot.com)

Dengan mempertahankan tradisi ajaran Sunan Kudus, masyarakat ganti menyembelih sapi dengan kerbau di Iduladha untuk hormati masyarakat Hindu.

Inibaru.id – Rabu (22/8/2018) lalu, umat muslim baru saja melaksanakan penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Iduladha. Masyarakat bergotong royong memotong daging kurban untuk kembali dibagikan ke masyarakat.  Hewan yang bisa dikurbankan salah satunya adalah sapi. Namun, berbeda dengan muslim di Kota Kudus, Jawa Tengah yang nggak menyembelih sapi sebagai kurban.

Masyarakat muslim di sana rupanya masih memegang teguh tradisi untuk nggak memotong sapi saat di Iduladha. Mereka lebih memilih menyembelih kerbau sebagai alternatif lain selain kambing. Hal ini sudah berjalan sejak ratusan tahun yang lalu berdasarkan ajaran toleransi oleh ulama penyebar Islam di kalangan Jawa yakni Sunan Kudus. Apa alasannya?

Sekitar 500 tahun yang lalu, Sunan Kudus mengeluarkan fatwa kepada keluarga dan pengikutnya agar nggak menyembelih sapi sebagai hewan kurban. Sebab, pada masa itu mayoritas penduduk Kudus merupakan penganut Hindu, yang mana mereka meyakini sapi adalah hewan yang disucikan para dewa. Fatwa tersebut dikeluarkan nggak lain adalah untuk menghargai kepercayaan umat hindu. Apalagi Kudus merupakan kota taklukan Kerajaan Majapahit.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus, KH Syafiq Nashan, mengungkapkan, memang nggak ada larangan bagi umat islam menyembelih sapi dalam Islam, sehingga sah-sah saja bagi warga Kudus untuk menyembelih sapi.

Memudar

Dengan berjalannya waktu, tradisi menyembelih kerbau di Kudus sedikit memudar.  Beberapa lokasi penyembelihan bahkan sudah menyembelih sapi. Ketua YM3SK Nadjib Hassan juga memaklumi karena perkembangan zaman ini.

Kendati demikian, warga Kudus tampaknya masih menjaga tradisi nggak menyembelih sapi untuk berkurban. Mereka masih mengikuti fatwa Sunan Kudus di beberapa tempat seperti Masjid Menara Kudus. Bahkan, sejumlah perusahaan dan intansi pemerintahan juga menghindari menyembelih sapi.

”Kami hanya ingin melanggengkan tradisi itu melalui kurban kerbau di Masjid Menara Kudus. Pesannya sama, yaitu ajakan kepada masyarakat untuk menjunjung tinggi toleransi antar-pemeluk agama dan sesama manusia,” kata Nadjib.

Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa tradisi keagamaan ini merupakan bentuk toleransi untuk menjaga kerukunan dan kedamaian antar pemeluk agama Islam dan Hindu Selain itu, bentuk toleransi ini juga terlihat dari akulturasi Menara Masjid Kudus yang menyerupai candi Hindu. Wah, keren ya! (IB07/E05)