Ritual Pengambilan Air Mendak Tirta, Tradisi yang Ajarkan Toleransi di Boyolali
Mendak Tirta. (jatengprov.go.id)

Ritual Pengambilan Air Mendak Tirta, Tradisi yang Ajarkan Toleransi di Boyolali

Mendak Tirta menjadi salah satu tradisi unik di Boyolali menjelang Nyepi. Selain memanjatkan harapan warga, ritual ini juga menggambarkan toleransi antar warga, lo. Seperti apa jalannya tradisi ini?

Inibaru.id – Menjelang Hari Raya Nyepi pada Jumat, (7/3/2019), umat Hindu di beberapa daerah di Indonesia memiliki beragam tradisi unik.

Salah satu tradisi unik itu adalah Mendak Tirta yang salah satunya digelar di Boyolali, Jawa Tengah. Hm, seunik apa tradisi ini?

Digelar di Umbul Siti Inggil dan Guyangan Dukuh Karangduwet, Desa Bendangan, Mendak Tirta adalah prosesi pengambilan air dari sumber Karangduwet yang dianggap sakral.

Ratusan warga mengikuti tradisi Mendak Tirta di Boyolali. (Jowonews.com)

Sumber mata air ini dianggap sakral oleh masyarakat lantaran getaran spiritulnya dirasa kuat.

Sebelum tiba di mata air, masyarakat melakukan kirab dengan membawa dua gunungan berisi hasil bumi. Warga desa percaya, air yang diambil dari umbul bakal membawa pencerahan hidup, kedamaian, kebahagian, serta keselamatan bagi mereka.

Setelah diambil, air itu juga nantinya akan digunakan dalam upacara Tawur Agung di Candi Prambanan.

Ritual mengambil air dalam acara Mendak Tirta. (Boyolali.go.id)

Pinandito Sutanto selaku Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mengatakan, Mendak Tirta juga merupakan perwujudan toleransi masyarakat Boyolali. Ini karena nggak hanya pemeluk Hindu saja yang terlibat.

Supaya ritual ini berjalan lancar, warga lain pun turut membantu mereka. Wah, betul-betul tradisi yang harus dijaga demi keutuhan negeri ini, nih! (IB15/E03)