"Ngalap" Berkah dalam Tradisi Kliwonan Batang

Pemandangan pasar Kliwonan di malam hari. (mordiyantiherna.wordpress.com)

Kalau kamu sedang di Batang pada malam Jumat Kliwon, kamu bisa banget menyambangi pasar malamnya. Tradisi malam Jumat Kliwon ini dikenal sebagai Kliwonan.

Inibaru.id – Bagi masyarakat Jawa, malam Jumat Kliwon dianggap malam yang penuh misteri. Oleh karena itu, beberapa daerah sering melakukan berbagai macam tradisi untuk memperingati malam yang sakral ini. Salah satunya yaitu Kota Batang. Daerah yang berada di pesisir pulau Jawa ini memiliki tradisi Kliwonan.

Tradisi ini diadakan tiap hari Kamis Wage atau malam Jumat Kliwon di alun-alun Kota Batang. Pada malam itu akan digelar pasar malam. Warga dari berbagai kecamatan bahkan dari luar Batang banyak yang datang untuk mengunjungi pasar malam ini. Memang, apa saja si yang ada di pasar malam Kliwonan ini?

Pasar Kliwonan diselenggarakan di dekat Masjid Agung Batang (Portalbatang.id)

Melansir Portalbatang.id (06/12/2016), banyak para pedagang baik yang dari Batang maupun dari luar kota menjajakan dagangannya. Biasanya barang yang dijual relatif sederhana dan murah meriah. Para pedagang percaya, berjualan di pasar malam Kliwonan akan mendatangkan berkah dan rezeki tersendiri.

Selain dipenuhi oleh para pedagang, pasar malam Kliwonan juga banyak didatangi oleh pengunjung yang ingin berjalan-jalan bersama keluarga, teman, maupun pacar. Mereka biasanya akan membeli berbagai macam barang dan makanan yang dijual di pasar malam Kliwonan ini.

Makanan Khas Kliwonan

Oiya, ada makanan khas yang selalu ada di pasar malam Kliwonan lo, Millens. Makanan itu adalah gemblong dan klepon, yang mana keduanya memiliki makna tersendiri. Gemblong yang memiliki tekstur lengket bermakna kerekatan (persaudaraan) antar masyarakat, kerekatan budaya dan kerekatan jodoh. Selain itu, warna gemblong yang putih bermakna kesucian.

Kue gemblong. (Tubeid.co)

Sedangkan klepon yang berwarna hijau  menjadi lambang keagamaan. Hijau memang menjadi warna yang identik  dengan Islam dan tradisi ini pada zaman dahulu memang sarat dengan nilai keagamaan terutama Islam.

Selain itu salah satu bahan dasar klepon yang berupa santan menjadi lambang pendalaman agama. Lalu yang terakhir yaitu cairan gula di dalam klepon yang berwarna merah melambangkan keberanian.

Kue klepon. (Bukalapak.com)

Tradisi Kliwonan di Batang ini masih terus dilestarikan hingga sekarang karena memang memiliki tujuan dan manfaat yang baik. Selain sebagai tempat mengais rezeki, Kliwonan juga menyatukan masyarakat khususnya masyarakat Batang dari berbagai daerah dan kalangan. Sehingga diharapkan akan menciptakan kerukunan antarmasyarakat.

Jadi, malam Jumat Kliwon nggak melulu seram kan? (IB13/E05)