Menari dengan Iringan Dua Nada di Purworejo, Tari Dolalak!

Menari dengan Iringan Dua Nada di Purworejo, Tari Dolalak!
Pemain tari dolalak tengah berpose berlatar Candi Borobudur. (Pesona.travel)

Menari hanya dengan iringan musik dua nada? Hm, itulah tari dolalak. Gerakannya cepat dan menarik diikuti. Penasaran? Yuk, simak!

Inibaru.id – Tari Dolalak adalah tarian yang cukup sering disuguhkan dalam pelbagai acara hajatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Berisikan penari lelaki dan perempuan, tarian ini hanya diiringi dua nada yaitu do dan la. Dua nada ini pula yang kemudian menjadi asal-usul penamaannya.

Ciri khas dari tari dolalak adalah adanya gerakan bahu yang cepat pada saat tertentu yang disebut kirig. Selain kirig, terdapat beberapa istilah untuk setiap gerakan yaitu mancad, jinjit, sepak, adeg, tanjak, hayog, seret, dan lain-lain.

Kostum tari dolalak. (Pesona.travel)

O ya, selain berkelompok, tarian ini juga dipentaskan secara berpasangan atau tunggal, lo.

Saat pementasan tunggal, penari bakal menunjukkan atraksi kesurupan. Saat kesurupan, penari bakal menunjukkan tingkah yang lucu sehingga semakin menarik perhatian penonton.

Tari Dolalak biasanya dipentaskan pada malam hari dengan durasi yang panjang. Supaya nggak memakan waktu berjam-jam, tarian ini kemudian dikembangkan dengan gerakan-gerakan yang lebih ringkas.

Menari dengan rancak di antara warga. (Inflash)

Supaya nggak punah, Pemkab Purworejo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan memasukkan tarian ini sebagai salah satu tarian yang dipelajari siswa sekolah dasar, Millens.

Hm, semoga minat anak muda di sana untuk mencintai warisan budayanya kian tumbuh ya. (IB15/E03)