Menanti Atensi Anak Muda terhadap Seni Pertunjukan Wayang

Menanti Atensi Anak Muda terhadap Seni Pertunjukan Wayang
Ki Warseno Slenk memainkan wayang dalam rangka HUT Ke-7 Partai Nasdem. (Inibaru.id/ Agus Budi)

Persepsi pertunjukan wayang hanya milik orang tua sangat nggak tepat. Justru kalangan anak mudalah yang semestinya memberi perhatian lebih ke wayang agar tetap lestari.

Inibaru.id – Sebagai salah satu kesenian asli Indonesia, wayang rupanya nggak banyak diminati anak muda. Bila diberi pilihan antara menonton wayang atau video di Youtube, mereka mungkin bakal memilih yang kedua. Namun, hal itu nggak berlaku bagi Etha.

Sabtu (10/11/2018) malam, Etha datang bersama keluarganya untuk menonton wayang kulit di Museum Gula De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kendati hujan sempat mengguyur wilayah itu, Etha tetap berangkat dan menonton pertunjukan wayang yang digelar dalam rangka HUT Ke-7 Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Bagi Etha, nggak ada alasan untuk tidak menonton wayang. Apalagi pertunjukan kali ini istimewa karena ada dua dalang yang berkolaborasi memainkan satu lakon. Dua dalang itu yakni Ki Warseno Slenk dan Ki Purbo Asmoro.

“Sejak dapat info dari saudaraku, aku langsung tertarik nonton wayangan. Menurutku wayang itu masih (kesenian) Jawa banget. Jadi, masih bisa terus berkembang selagi kita pun masih mau menontonnya,” kata perempuan yang berdomisili di Kranganyar ini.

Etha mengaku, sudah beberapa kali menonton wayang, tapi intensitasnya nggak terlalu banyak. Dia bercerita, dulu masih banyak pertunjukan wayang yang digelar di desa-desa atau pada acara tertentu. Namun, kini dia sudah nggak banyak menemui pertunjukan semacam itu.

Berbeda dengan Etha, Arum baru kali pertama menonton wayang. Dia bersama temannya, Malinda sengaja datang ke pertunjukan wayang dengan lakon “Sesaji Rajasura” itu untuk menuntaskan rasa penasarannya.

“Aku baru kali pertama nonton wayang. Kalau aku pribadi sih sebenarnya nggak begitu tertarik tapi aku penasaran seperti apa sih. Ya sudah akhirnya aku nonton. Lumayan, ada wedhangan gratis juga kan,” tutur Arum diikuti gelak tawa di antara mereka.

Berdasarkan pengamatan Inibaru.id, di lokasi pertunjukan wayang memang nggak banyak ditemukan wajah-wajah millenials. Kalau orang-orang sepuh sih nggak perlu ditanya lagi. Banyak banget!

Disadari atau nggak, masih belum banyak generasi penerus bangsa yang gandrung dengan dunia wayang. Padahal, pertunjukan wayang kulit sudah diakui UNESCO sebagai Karya Kebudayaan yang Mengagumkan dalam Bidang Cerita Narasi dan Warisan yang Indah dan Berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) dari Indonesia. Kalau kamu pengin kesenian ini tetap lestari, yuk apresiasi dan cobalah mencintai pertunjukan wayang. (Ida Fitriyah/E05)