Membeli Kembang Jadi Tradisi Unik Warga Kabupaten Semarang Jelang Lebaran

Membeli Kembang Jadi Tradisi Unik Warga Kabupaten Semarang Jelang Lebaran
Membeli kembang jelang Lebaran menjadi "ritual" warga Kabupaten Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Indonesia yang kaya tradisi membuat Idulfitri di negeri ini begitu berwarna. Warga Sumowono, Bandungan, dan Ambarawa, Kabupaten Semarang, misalnya, selain menyiapkan baju baru dan kue suguhan, juga nggak pernah terlewat membeli bunga hias menjelang Lebaran. Untuk apa?

Inibaru.id - Bunga adalah perlambang cinta, kehangatan, dan momen bahagia. Maka, nggak heran kalau orang menggunakannya sebagai hiasan ruangan. Selain mempercantik, rangkaian bunga itu juga membuat ruangan lebih terasa hangat dan harum.

Inilah yang dilakukan warga Kabupaten Semarang, khususnya di wilayah Sumowono, Bandungan, dan Ambarawa. Menjelang Perayaan Idulfitri, penjualan bunga hias di sana memang hampir bisa dipastikan meningkat. Bunga-bunga itu dibeli warga setempat sebagai pengharum sekaligus penghias ruang tamu, bersanding dengan kue-kue Lebaran.

Selain kaya akan komoditas sayuran, tiga kecamatan berhawa dingin itu juga dikenal sebagai sentra bunga hias. Jenisnya beragam! Bunga yang tumbuh sepanjang tahun tersebut biasanya dipakai sebagai dekorasi pernikahan dan acara khusus.

Namun, menjelang Lebaran seperti ini, yang biasanya dimulai H-2, konsumsi bunga hias juga meningkat. Tiga pasar besar di Kabupaten Semarang itu selalu ramai penjual bunga hias, dan pembelinya.

Cantik-cantik, nih, bunganya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kegiatan jual beli bunga ini lazim disebut dengan Pasar Kembang. Disebut begitu karena mayoritas penjual hanya menjajakan bunga hias alih-alih keperluan Lebaran yang lain.

Harga bunga yang ditawarkan di pasar bermacam-macam. Cukup dengan Rp 20 ribu-an saja, kamu sudah bisa dapat satu buket bunga cantik yang bisa tahan sampai berhari-hari, lo!

Selain membuat ruangan lebih indah dan harum, beberapa orang sengaja memajang kembang hias di ruang tamu untuk hal lain. Bunga sedap malam, misalnya, aromanya yang wangi dipercaya warga setempat mampu menghalau lalat. Hm, catat nih, Millens!

Lantaran menyuplai kebutuhan yang lumayan tinggi, dagangan para penjaja bunga itu umumnya lumayan banyak. Ya, hampir tiap rumah di tiga kecamatan tersebut memang punya "tradisi" memajang bunga hias di rumah mereka. Tentu yang dipajang bukan bunga kaleng-kaleng, tapi kembang segar yang dibeli langsung di pasar.

Yuk, dipilih bunganya, Kakak! Ha-ha. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bunga yang biasa ada di ruang tamu di sana di antarnya bunga garberra, krisan, lily, sedap malam, dan mawar. Arofah, seorang warga setempat, mengatakan, tiap tahun dirinya memang membeli bunga. Dia mengaku tiap tahun selalu menyempatkan diri pergi ke pasar untuk membeli bunga, di samping kebutuhan Lebaran lainnya.

“Semacam agenda wajib (membeli bunga), bisa bikin rumah wangi dan indah,” tuturnya.

Hm, tradisi yang menarik. Kamu juga bisa menerapkan "ritual" tersebut di rumah. Ruangan sedap dipandang, siapapun yang datang juga pasti senang. Siapa tahu, bunga-bunga itu juga jadi pesona untuk calon gebetan, pasangan, atau calon mertua? Ha-ha. (Zulfa Anisah/E03)