Membayar Pajak Lewat Tradisi Jolen Bobok Umbung

Menuntaskan kewajiban terhadap negara ternyata bisa dilakukan dengan cara yang unik. Alih-alih datang ke kantor pajak, warga Desa Pesanggrahan di Kabupaten Cilacap justru membayar pajaknya lewat tradisi Jolen Bobok Umbung. Hm, unik kan?

Membayar Pajak Lewat Tradisi Jolen Bobok Umbung
Seorang warga memasukkan tabungannya ke miniatur rumah. (Suaramerdeka.com)

Inibaru.id – Bicara soal tradisi unik di Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap punya tradisi Jolen Bobok Umbung. Yap, bagi kamu yang berada di luar Cilacap, mungkin tradisi ini kurang familiar di telinga. Tradisi ini unik lantaran nggak semua daerah memilikinya.

Pada tradisi Jolen Bobok Umbung, seluruh warga kampung di kabupaten tersebut membayar pajak secara serentak. Dimulai dengan kirab keliling kampung, warga mengusung jolen atau miniatur rumah. Miniatur rumah itu menjadi tempat potongan bambu berisi uang pembayaran pajak bumi dan bangunan warga. Wah, benar-benar unik, kan?

https://i1.wp.com/inilahonline.com/wp-content/uploads/2019/03/Tradisi-Ini-Mampu-Selesaikan-2.jpg?zoom=2.625&w=1140&ssl=1

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri jolen bobok umbung di Cilacap. (inilahonline.com)

Eh, tapi ini bukan berarti warga mengeluarkan uang secara mendadak, ya. Beberapa bulan sebelum Jolen Bobok Umbung dilaksanakan, warga mendapat Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan (SPT PBB). Jadi, untuk membayar pajak, mereka bisa nabung dulu.

Alih-alih menabung di bank, warga memilih menyimpan uang bakal pajak itu dalam bobok bumbung (tabung bambu). Nah, tabung bambu itulah yang dipakai untuk membayar pajak.

O ya, tradisi ini dilakukan atas kesepakatan Kepala Desa Pesanggrahan dengan sesepuh desa, lo. Menurut Karto Mulyono, warga Pesanggrahan, tradisi ini membuat warga sadar pajak. Selain itu, dia juga merasa Jolen Bobok Lumbung membuat warga saling menjaga silahturami.

Wah, wah, adakah tradisi serupa di daerahmu? (IB15/E03)