Melihat Peran Rakyat Lewat Kesenian Wayang Gagrak Banyumasan

Melihat Peran Rakyat Lewat Kesenian Wayang Gagrak Banyumasan
Wayang Gagrak Banyumasan. (Negerikangbawor.blogspot)

Wayang Gagrak Banyumasan memiliki gaya unik yang berbeda dengan wayang Surakarta atau Yogyakarta. Menampilkan karakter orang Banyumasan yang lugas, kesenian ini juga menonjolkan peran tokoh-tokoh muda dalam menyelesaikan masalah. Hm, seperti sejarah wayang gagrak?

Inibaru.id – Kabupaten Banyumas memiliki banyak kesenian yang menarik untuk dipelajari. Dari sekian banyaknya kesenian di sana, yang terkenal adalah Wayang Gagrak Banyumasan. Wayang ini memiliki ciri yang berbeda ketimbang wayang Surakarta atau Yogyakarta, lo.

Wayang gagrak biasanya mengungkapkan cerita dengan gaya yang lugas dan jujur. Kesenian ini mendapatkan pengaruh kuat kebudayaan Mataram Hindu.

Lewat bahasa Sanskerta, bahasa Kawi yang digunakan dalam kesenian ini pun berkembang. Dari wayang ini pula, seni pendalangan lahir dan mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya.

Selain Kerajaan Mataram Hindu, wayang gagrak juga mendapatkan pengaruh dari Kesultanan Pajang dan Kesultanan Demak, Millens.  Inilah mengapa kesenian ini terbagi menjadi dua, yaitu gagrak kidul dan gagrak lor.

Bicara tentang lakon, lakon dalam wayang gagrak Banyumasan biasanya mengutamakan tokoh-tokoh muda seperti Antasena dan Wisanggeni. Hm, kesenian ini secara nggak langsung mengungkapkan bahwa di tangan para pemudi dan pemudalah nasib sebuah kelompok atau bangsa berkembang.

Tertarik menonton kesenian ini? Kamu bisa menontonnya di Youtube kok. Beberapa pentas wayang dari dalang legendaris Ki Sugino Siswocarito diunggah di platform ini.

Jika setelah menonton kamu jadi tertarik dengan wayang gagrak, nggak ada salahnya mempelajarinya. Siapa tahu, kamu bakal jadi seniman legendaris berikutnya. Hm, bangga dong ikut melestarikan kesenian Banyumasan! (IB15/E03)