Seru-seruan Main Engklek, Cara Asyik Latih Keseimbangan

Jangan mengaku milenial kalau nggak pernah mengenal engklek! Penyebutannya mungkin berbeda, tapi semua itu merujuk pada permainan melompat-lompat pada kotakan-kotakan yang digambar di atas tanah atau tempat datar lainnya. Pernah tahu?

Seru-seruan Main Engklek, Cara Asyik Latih Keseimbangan
Engklek melatih anak menjaga keseimbangan tubuh. (Yulianaekas.blogspot)

Inibaru.id – Engklek merupakan salah satu permainan tradisional yang seru. Seperti kebanyakan mainan tradisional, alat yang dibutuhkan untuk memainkannya pun sederhana. Dengan menggambar beberapa kotak persegi di tanah, kamu bisa memulai permainan menggunakan kereweng atau pecahan tembikar.

Selain di tanah, engklek bisa pula dimainkan di permukaan datar lainnya. Menggarisnya menggunakan kapur. Meski nggak secara spesifik menjadi permainan untuk gender tertentu, engklek lebih sering dimainkan anak perempuan ketimbang laki-laki.

Sebelum memulai engklek, kamu harus punya kereweng yang menjadi penanda mereka. Pada setiap kotak yang diisi penanda ini, pemain nggak boleh menginjaknya. Dengan satu kaki saja, kamu wajib melompati kotak demi kotak sekaligus menyeimbangkan diri.

Bermain engklek. (Gametradisionalku.wordpress)

Jika jatuh atau menginjak garis penanda, kamu harus mempersilakan lawan mainmu untuk bermain. Begitu seterusnya!

Pemenang permainan ini adalah yang paling banyak mendapatkan kotak. Untuk bisa mendapatkan kotak-kotak itu, kamu harus menuntaskan aksi lompatanmu hingga ke kotak paling atas, yang biasa disebut sebagai "gunung".

Jika sudah tuntas, kamu boleh melemparkan kerewengmu ke kotak yang pengin kamu dapatkan. Namun, ingat, caranya nggak gampang, lo. Saat melempar kereweng, kamu harus membalikkan badanmu. Jika, kerewengmu nggak masuk kotak mana pun, kamu harus mengulanginya lagi sampai memperoleh kotakmu.

https://merahputih.com/media/2016/03/13/TwXo7Z0OAu1457828276.jpg

Yang berhasil memiliki kotak paling banyak, dialah pemenangnya. (Merah Putih)

Meski terkesan agak membingungkan, engklek cukup mudah dilakukan, kok. Duh, jadi teringat masa kecil nggak sih? (IB15/E03)