Makna Pilu di Balik Sajian Rujak Pare

Sayur dengan cita rasa pahit ini nggak banyak disukai orang. Tapi kuliner yang satu ini malah menyajikan pare mentah dengan bumbu rujak. Di balik segarnya rujak pare ternyata ada makna mendalam.

Makna Pilu di Balik Sajian Rujak Pare
Rujak pare siap disajikan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Inibaru.id - Siapa yang nggak kenal pare? Rasa pahit sayuran ini membuatnya nggak banyak disukai. Tapi bukan berarti nggak bisa dikonsumsi ya. Malahan, rasa pahit pare sering digunakan untuk menyimbolkan tragedi yang pernah terjadi. Biasanya sayur ini dibuat rujak.

Dibuat dengan pare segar yang masih mentah, pare lalu dipotong-potong jadi bagian yang lebih kecil. Pare yang sudah dipotong kecil ini lalu ditempatkan dalam gumpalan es batu yang sudah diserut agar tetap segar.

Sepiring rujak pare yang segar. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Untuk menikmatinya, pare segar ini disandingkan dengan bumbu rujak istimewa. Bumbu ini terbuat dari campuran bunga kecombrang, cabai, gula jawa, garam dan terasi. Aroma bumbu sungguh segar dan khas.

Rujak ini punya makna di balik kesegarannya lo, Millens! Pare dan kecombrang menjadi simbol peristiwa kerusuhan Mei 1998 yang membuat banyak perempuan Tionghoa sebagai korban. Bunga kecombrang melambangkan kecantikan dan keindahan perempuan Tionghoa yang kemudian dilumatkan dalam peristiwa kelam. Dipadu dengan pare yang jadi simbol kepahitan yang dialami mereka.

Peserta acara sedang mengantri untuk mendapatkan rujak pare. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kuliner ini disajikan dalam peringatan Mengenang Mei 1998 pada hari Sabtu (11/5) kemarin. Selain itu, makanan unik ini juga hadir dalam beberapa acara etnis Tionghoa. Rasanya? Ternyata nggak sepahit yang dibayangkan lo, Millens! Daging pare memang terasa sedikit getir dan pahit. Tapi setelah dicocol ke dalam sambal kecombrang yang pedas serta semriwing, segar banget! Meski rasa rujak pare ini nggak terlalu pahit, makna dari acara-acara tersebut nggak berkurang sedikitpun.

Kamu berani nggak makan rujak pare, Millens? (Zulfa Anisah/E05)