Prosesi Pradaksina yang Sarat Makna dalam Peringatan Waisak

Ratusan umat Buddha dari Indonesia dan beberapa negara tetangga hadir di Candi Mendut, Magelang, untuk mengikuti peringatan Waisak 2018. Mereka semua khusyuk dalam prosesi demi prosesi yang ada.

Prosesi Pradaksina yang Sarat Makna dalam Peringatan Waisak
Para biksu melakukan Pradaksina mengelilingi Candi Mendut, Magelang, Senin (28/5/2018). (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Inibaru.id – Dalam pelaksanaan peringatan Waisak 2018, ada salah satu rangkaian acara yang menyita perhatian lo. Upacara penyakralan Air Berkah. Prosesi itu dilaksanakan Senin (28/5/18) di Candi Mendut, Magelang. Sebelum prosesi itu, terlebih dahulu dilaksanakan upacara penyemayaman Api Dharma.

Ada yang menarik untuk diikuti saat penyakralan air berkah nih, Millens. Yap, Pradaksina! Prosesi mengelilingi candi searah jarum jam itu dilakukan dua kali. Pertama, umat buddha yang hadir dipimpin oleh para biksu melakukan pradaksina sebanyak tujuh kali di pelataran candi. Para biksu membawa air berkah dalam candi. Sementara, umat Buddha lainnya mengikuti di belakang. Mereka melakukan pradaksina sambil melantunkan doa bersamaan.

Api Dharma dari pusat api abadi Mrapen, elemen yang disandingkan dengan Air Berkah di Candi Mendut sebelum diarak menuju Candi Borobudur. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Yenny, salah seorang sukarelawan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) mengatakan, pradaksina mempunyai makna menyucikan kesalahan umat Buddha, baik saat pelaksanaan ritual atau dalam keseharian. Oya, umat Buddha yang merasa ibadahnya kurang sempurna juga bisa menyempurnakan ibadahnya dengan melakukan pradaksina, lo.

Nah, usai melakukan pradaksina di pelataran, para biksu dan peserta pradaksina naik ke candi. Di sana, mereka akan melakukan pradaksina lagi sebanyak tiga kali. Setelahnya, air berkah yang dibawa para biksu akan disemayamkan di dalam candi.

Pradaksina juga bertujuan untuk menyucikan air berkah sebelum disemayamkan di dalam Candi Mendut. FYI, selama Waisak, dalam Candi Mendut sudah didekorasi untuk tempat sembahyang. Tiga patung Buddha, lilin, dan beberapa peralatan sembahyang lain rapi tertata di altar.

Umat Buddha melakukan Pradaksina di badan candi Mendut sebanyak tiga kali searah jarum jam, Senin (28/5/2018). (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Umat Buddha yang hadir silih berganti masuk ke dalam candi untuk sembahyang. Nggak ada yang nggak khusyuk. Masing-masing menyatu dalam doanya kepada Sang Buddha.

Ajaran Sang Buddha

Sebagai informasi, melalui pradaksina, umat Buddha diajak untuk mengingat kembali perjuangan dan kisah hidup Sang Buddha dalam menyebarkan ajarannya. Hal itu tertuang di kitab Tripitaka.

Umat Buddha membaca Paritta bersama dipimpin sejumlah biksu seusai melakukan Pradaksina, Senin (28/5/2018). (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Oya, umat Buddha juga percaya jika selama waisak kebaikan yang mereka lakukan akan berlipat ganda pahalanya.

Rangkaian peringatan Waisak dilanjutkan hari ini, Selasa (29/5/2018) di Candi Borobudur. Kamu bisa melihatnya karena acara ini terbuka untuk umum. Eits, meski begitu, kamu harus tetap jaga etika dan sopan santun ya biar nggak mengganggu prosesi ibadah umat Buddha. (Mayang Istnaini/E03)