Menari Bersama Kethek Ogleng di Panggung Jifolk 2019, Lucu dan Menggemaskan!

Penampilan Kethek Ogleng dalam JiFolk pada Jumat (21/7) lalu mencuri hati penonton. Nggak cuma pandai menari, kera-kera ini juga jenaka. Tarian ini juga punya makna yang diambil dari kebiasaan kera yang bergerombol lo.

Menari Bersama Kethek Ogleng di Panggung Jifolk 2019, Lucu dan Menggemaskan!
Nggak cuma pintar menari, kera putih dalam tarian Kethek Ogleng ini pun pintar mengundang tawa penonton. (Dok. Istimewa))

Inibaru.id - Siapa yang nggak gemas melihat lincah dan lucunya gerombolan kera? Di Wonogiri, gerakan-gerakan lincah dan tingkah lucu kera dijadikan suatu mahakarya seni bernama Tari Kethek Ogleng. Tarian ini terilhami legenda Panji yang terdapat cerita tentang kera (Kethek) di dalamnya.

Di panggung JiFolk, belasan orang yang berperan sebagai kera memikat hati penonton dengan polah tingkahnya yang lucu. Menurut Loediro Pantjoko, pelatih Tari Kethek Ogleng, tarian yang dibawakan oleh anak didiknya di panggung JiFolk 2019 menampilkan belasan kera yang digabungkan dengan kreasi tarian yang menghibur.

Belasan kera dari Wonogiri ini tampil dalam JiFolk pada Jumat (12/7) lalu. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Kita nggak meninggalkan tradisi dan nilai klasiknya, kethek-nya nanti akan bermain-main dengan berbagai properti,” kata Loediro. Benar saja, belasan kera putih menari ke sana ke mari dengan gerakan yang kompak. Sesekali mereka menggaruk-garuk badan dan melompat lompat layaknya seekor kera.

Menurut Loediro, beberapa modifikasi kostum, properti dan musik turut memberikan warna pada penampilan Kethek Ogleng yang dia latih sendiri ini. Nggak hanya berjoget, salah satu monyet yang paling cerdik bermain dengan sebuah kursi yang bisa bikin penonton tertawa terkekeh-kekeh. Nggak sampai di situ saja, dia juga memanjat tiang panggung yang tinggi dan bergelantungan pada tali.

Duh, lincah banget deh kera-kera ini sampai bergelantungan di tali. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Gerakan-gerakannya yang lincah mengundang tepuk tangan dan sorak penonton. Si kera cerdik ini lalu "menyeret" dua orang penonton yang masik kecil untuk diajarinya menari dan melakukan beberapa trik ala kera. Nggak pakai lama, kedua anak laki-laki tersebut langsung lihai mempraktikkan berbagai gerakan dan trik si kera cerdik ini.

Selain menghibur, tarian ini sarat akan makna lo, Millens! Kera yang hidup bergerombol menandakan semangat kebersamaan yang tinggi. ”Bergerombol artinya kebersamaan, gotong royong dan kesatuan,” tutur pelatih sanggar tari Dharma Giri Budaya ini.

Kera nggak melulu identik dengan rupa jelek, tapi makna kebersamaan dan nhal baik lainnya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Jangan diambil makna jeleknya, atau rupa ketheknya. Tapi karakter dan unsur kebersamaan, tingkah lucu dan hal baik lainnya,” lanjut Loediro. Dalam pementasan ini, dia menampilkan 15 penari dan 21 penabuh gamelan.

Tarian atraktif para penari Kethek Ogleng yang tampil di atas panggung JiFolk ini berhasil menarik perhatian penonton. Jifolk merupakan seni pertunjukan yang menampilkan kesenian dari 11 kota dan 11 negara. Acara yang berlangsung tiga hari ini memberikan panggung kepada 500 seniman untuk menampilkan kesenian daerah masing-masing.

Dia berharap, agar JiFolk tidak hanya digelar di Temanggung, namun juga di Wonogiri, Sukorejo atau daerah lain. “Supaya daerah lain juga merasakan. Kita juga siap kalau diminta mengisi JiFolk yg selanjutnya,” tutup Loediro.

Nah, kamu sudah pernah nonton Kethek Ogleng belum nih, Millens? (Zulfa Anisah/E05)