Lima Tradisi Malam Satu Sura yang Kudu Kamu Tahu

Lima Tradisi Malam Satu Sura yang Kudu Kamu Tahu
Salah satu bentuk perayaan malam satu Sura. (indonesiakaya.com)

Saban malam satu Sura (bulan pertama penanggalan Jawa), ada pelbagai tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa untuk menyambut malam sakral itu.

Inibaru.id – Bagi masyarakat Jawa, 1 Muharram jatuh bertepatan dengan hari pertama di kalender Jawa atau dinamakan Sura. Malam satu sura dianggap sakral lo oleh masyarakat Jawa. Nggak heran kalau ada beragam tradisi yang dilakukan pada malam satu Sura. Hm, apa saja ya?

  1. Kirab Kebo Bule

Prosesi mengarak kebo bule. (tempo.co)

Tradisi satu ini termasuk yang paling dinanti oleh masyarakat Solo. Tradisi yang diadakan oleh Keraton Surakarta itu memang selalu dipadati pengunjung. Pada malam satu Sura, pihak keraton akan mengarak kerbau Kyai Slamet atau lebih dikenal dengan kebo bule.

Melansir msn.com Minggu (2/9/2018), dalam Babad Solo Raden Mas Said menulis bahwa leluhur kbo bule adalah hewan kesayangan Paku Buwana II.

Nggak heran kalau warga yang menonton kirab berebut menyentuh kebo bule untuk mendapat berkah. Bahkan ada juga warga yang membawa pulang kotoran kebo bule untuk pupuk agar tanamannya subur lo.

  1. Siraman Satu Sura

Prosesi siraman. (ulinulin.com)

Melakukan tradisi siraman berarti kamu harus melakukan mandi besar dengan air yang sudah dicampur bunga setaman. Tradisi itu sebagai bentuk penyucian jiwa dan raga menjelang bulan Sura. Sembari melakukan siraman, kamu juga harus berdoa kepada Tuhan untuk meminta keselamatan dan perlindungan, ya.

  1. Jamasan Pusaka

Prosesi jamasan pusaka. (antarafoto.com)

Benda pusaka yang diwariskan oleh leluhur harus dirawat dengan baik lo. Yap, benda-benda pusaka itu mengandung sejarah dari leluhur. Salah satu cara merawatnya adalah dengan men-jamas (memandikan). Melakukan jamasan pusaka pada malam satu Sura adalah simbol pelestarian peninggalan benda leluhur, Millens.

  1. Mubeng Benteng

Prosesi mubeng benteng. (tempo.co)

Tradisi yang dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta itu melakukan simbol intropeksi diri masyarakat Jawa menjelang satu Sura. Dalam mubeng benteng, peserta yang terdiri dari pihak keraton dan warga biasa akan berjalan mengitari komplek keraton. Selama ritual, peserta nggak boleh bersuara, makan, dan minum. Pokoknya fokus pada perenungan diri ya.

  1. Selamatan dan Membuat Bubur Sura

Bubur sura. (cookpad.com)

Mayoritas masyarakat Jawa masih melakukan tradisi yang satu ini. Terutama bagi mereka penganut kepercayaan kejawen. Dalam tradisi selamatan satu Sura, warga desa akan berkumpul dan memanjatkan doa. Tujuannya tentu memohon keselamatan dan perlindungan dari Tuhan. Acara akan ditutup dengan makan bersama bubur sura. Fyi, bubur sura terdiri dari beras yang dimasak dengan santan hingga menjadi bubur. Setelah itu dibubuhkan beragam sayuran nan gurih.

Beda daerah, beda pula tradisinya. Wah, Indonesia memang kaya ya! Kalau tradisi malam satu Sura di daerahmu apa nih, Millens? (IB10/E05)