Lika-liku Menanam Kelapa di Tanah Blora

Lika-liku Menanam Kelapa di Tanah Blora
Tanah Blora tidak bisa ditanami pohon kelapa? (pmptsp.talaudkab.go.id)

Banyak warga yang yakin kalau tanah di Blora nggak bisa ditanami kelapa. Kok bisa ya, padahal kelapa dikenal sebagai tanaman tropis sehingga mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia.

Inibaru.id – Ada satu keyakinan yang dipegang sebagian warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yakni tanah Blora nggak bisa ditanami kelapa. Alasannya bukan karena hal mistis atau mitos, Millens, melainkan adanya hama kwawung atau wawung yang biasanya bikin pohon kelapa bakal rusak parah dan akhirnya mati di sana.

Omong-omong ya, kwawung sebenarnya adalah kumbang tanduk. Hewan bercangkang keras ini memang suka menyerang janur kelapa. Mengingat janur sangat penting bagi pertumbuhan pohon ini, maka jika diserang oleh kumbang ini terus-menerus, lama-kelamaan pohon kelapa pun bisa mati. Mengingat di Blora banyak sekali serangga ini, warga pun sampai yakin kalau pohon kelapa nggak bakal cocok ditanam di sana.

Hal ini tentu cukup ironis mengingat kelapa selalu dianggap sebagai pohon khas negara tropis seperti Indonesia. Nyatanya, kelapa memang sangat mudah ditemui di Tanah Air. Untungnya sih, anggapan kalau tanah Blora nggak bisa ditanami kelapa mulai bisa dipatahkan oleh seorang laki-laki bernama Suparno. Dia berhasil menanam kelapa dan kini sudah mulai menikmati buahnya.

Suparno tinggal di Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken. Sejak dua tahun lalu, dia menanam setidaknya 30 pohon kelapa di lahan seluas satu hektare. Ada empat jenis varian pohon kelapa yang dia tanam di sana, yakni kelapa gading, kelapa kopyor, kelapa kopyor wulung, serta kelapa genjah entok.

“Di sini ada 30 pohon kelapa dengan empat jenis varian. Luas satu hektare ditanami berbagai macam pohon kelapa dan buah-buahan,” cerita laki-laki yang sering dipanggil dengan sapaan Riris, tersebut, Oktober 2021.

Kumbang tanduk atau kwawung, hama yang bisa membunuh pohon kelapa di Blora. (Shutterstock/Jaroslav Noska)
Kumbang tanduk atau kwawung, hama yang bisa membunuh pohon kelapa di Blora. (Shutterstock/Jaroslav Noska)

Dia mengaku berpikir keras untuk mencari cara agar kelapa yang dia tanam nggak sampai diserbu hama kwawung. Contohlah, dia sampai menempatkan seng besi pada batang pohon kelapanya, lo.

Meski terlihat seperti perlindungan yang berlebihan mengingat di setiap pohonnya bisa sampai dipasangi sepuluh seng besi, idenya berhasil membuat kelapa yang dia tanam nggak sampai diserang hama kwawung.

“Di tahun kedua mulai manggar dan akhirnya berbuah,” lanjut Riris.

Selain itu, karena letak lahan pohon kelapa ini ada di samping rumahnya, dia pun nggak begitu kesulitan melakukan perawatan atau pembasmian hama. Dengan penanganan yang baik, Riris bisa membuktikan kalau di tanah Blora, ada pohon kelapa yang bisa tumbuh dan berbuah.

Meski begitu, Riris juga mengakui kalau masalah hawa kwawung di Desa Singonegoro tempat dia tinggal cukup parah. Soalnya, selain di lahannya, nggak ada satu pun pohon kelapa bisa tumbuh di desa tersebut.

“Dulu di Desa Singonegoro juga banyak pohon kelapa. Tapi sekarang sudah habis. Sekitar tahun 80-an ada serangan hama kwawung yang tidak bisa dihentikan,” ungkapnya.

Hm, kira-kira, ada solusi lain yang lebih mudah nggak ya agar di tanah Blora bisa kembali ditanami kelapa, Millens? (Mur/IB09/E05)