Menjelang Tradisi Sesaji Rewanda, Mari Mengingat Kembali Perjuangan Sunan Kalijaga

Menjelang Tradisi Sesaji Rewanda, Mari Mengingat Kembali Perjuangan Sunan Kalijaga
Monyet-monyet menyerbu sesaji untuk mereka. (Myimage)

Warga Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang memiliki tradisi tahunan unik untuk menyambut Syawalan. Di desa ini, warga menggelar Sesaji Rewanda di pelataran Goa Kreo. Sesaji ini menjadi bentuk penghargaan terhadap Sunan Kalijaga sekaligus rasa syukur pada Yang Maha Kuasa. Seperti apa sejarah lengkapnya?

Inibaru.id – Sunan Kalijaga merupakan salah satu penyebar Islam di Pulau Jawa. Sebagai salah satu tokoh yang menjadi teladan Islam Nusantara, ada banyak kisah perjuangannya yang hingga kini dikenang masyarakat.

Di Semarang, masyarakat mengenang Sunan Kalijaga lewat tradisi Sesaji Rewanda. Sesaji berupa gunungan berisi palawija ini sebelum diberikan akan diarak menuju pelataran Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati.

Sesaji Rewanda dilakukan usai Hari Raya Idulfitri. Sesaji ini ditujukan untuk monyet-monyet di Goa Kreo. Ini juga digelar sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur pada Yang Maha Kuasa karena telah memberi tanah yang subur dan hasil pertanian yang melimpah.

http://cdn2.tstatic.net/jateng/foto/bank/images/tradisi-sesaji-rewanda-gua-kreo-jatibarang_20180624_121305.jpg

Anak-anak menari menirukan para kera. (Tribunnews)

Sebelum prosesi dimulai, terdapat sejumlah penari yang menghibur penonton. Para penari ini menarikan tarian yang berkisah tentang perjuangan Sunan Kalijaga yang sedang mencari pohon jati. Pohon jati itulah yang kelak menjadi soko guru Masjid Demak.

Pengin menyaksikan tradisi unik ini? Untuk tahun ini, Sesaji Rewanda akan digelar pada Minggu, 9 Juni 2019. Kalau nggak pengin ketinggalan acaranya, datanglah sebelum pukul 08.30 WIB. Acara ini gratis kok. Gimana, mau ikutan? Yuk, ramaikan tradisi unik ini! (IB15/E03)