Lewat Kesenian Kubrosiswo, Islam Menyebar di Magelang dan Sekitarnya

Lewat Kesenian Kubrosiswo, Islam Menyebar di Magelang dan Sekitarnya
Kubrosiwo. (Mmdnews.wordpress)

Untuk menyebarkan agama Islam, kesenian digunakan sebagai salah satu caranya. Salah satunya dengan tradisi Kubrosiwo yang masih dimainkan hingga kini.

Inibaru.id – Sebagai penyebar Islam di Pulau Jawa, Wali Sanga menggunakan kesenian sebagai media untuk berdakwah. Nggak heran jika Sunan Geseng, salah satu murid Sunan Kalijaga, meniru metode mereka saat menyebarkan Islam di Magelang.

Menggunakan kesenian Kubrosiswo, Sunan Geseng akhirnya bisa menarik simpati masyarakat yang saat itu menganut agama Hindu dan Buddha.

Kubrosiswo berasal dari kata Kubro yang berarti besar dan Siswo yang berarti murid. Dari segi makna, Kubrosiswo dianggap sebagai pertunjukkan yang mempresentasikan kebesaran Tuhan. Kesenian ini juga dianggap sebagai bentuk nasihat supaya umat Islam bisa menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.

O ya, Kubrosiswo biasanya dipertunjukan dengan durasi selama lima jam. Kendang, jedor, dan bedug menjadi instrumen yang digunakan untuk mengiringi kesenian ini.

Kubrosiwo. (Youtube)

Pada puncak acara, beberapa penari biasanya mengalami kesurupan. Para penari ini akan “disembuhkan” para pawang dengan cara memaksa hewan-hewan tertentu mendekati gong. Tujuannya tentu saja supaya “roh asing” yang memasuki tubuh para penari keluar.

Unik, kan? Kamu yang pengin menyaksikan serunya kesenian ini, sebaiknya datang saja ke Desa Candirejo.

Selain Kubrosiswo, desa ini juga biasanya menggelar kesenian lain seperti Jathilan. Supaya punya kenangan, jangan lupa rekam dengan gawai atau kameramu ya! Selamat bersenang-senang, Millens! (IB15/E03)