Lebaran Sapi, Bentuk Rasa Syukur Warga Lereng Gunung Merapi Boyolali

Lebaran Sapi, Bentuk Rasa Syukur Warga Lereng Gunung Merapi Boyolali
Para warga mengarak sapi keliling desa. (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Dikenal sebagai kota penghasil susu sapi, Boyolali juga memiliki tradisi unik bernama Lebaran Sapi. Wah, seperti apa ya bentuk tradisi tersebut?

Inibaru.id – Euforia lebaran memang sudah berlalu, Millens. Tapi serba serbinya tetap menarik untuk disimak. Kemeriahan inilah yang membuat kita selalu rindu dan ingin berjumpa dengan lebaran tahun berikutnya. Iya nggak? 

Nah, hal yang akan kita bahas bukanlah lebaran biasa. Namanya Lebaran Sapi atau Bakdan Sapi. Lebaran hewan ini dilaksanakan di Desa Sruni Boyolali. Sebenarnya nggak mengherankan jika sapi di sana punya hari khusus. Boyolali dikenal sebagai penghasil susu terbesar di Jawa Tengah. 

Melansir Detik.com (22/06/2018), Lebaran Sapi merupakan tradisi yang dilakukan oleh warga Desa Sruni sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah berupa ternak sapi yang hasil susunya secara turun temurun menjadi pendapatan utama daerah tersebut.

Sapi yang diwarnai dan dikalungi ketupat (Sieradmu.com)

Hadi Sutarno sesepuh daerah itu mengatakan tradisi ini merupkan wujud rasa syukur serta warisan dari nenek moyang yang harus dibudayakan dan dilestarikan.

“Ini wujud syukur kami kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan melalui ternak sapi. Selain itu juga sekaligus memohon kepada Tuhan agar hewan-hewan ternak kami beranak pinak dan dijauhkan dari penyakit. Khususnya untuk sapi perah semakin banyak menghasilkan susu untuk menopang kehidupan warga,” ungkapnya.

Diarak Keliling Desa

Sapi-sapi milik warga akan dikumpulkan jadi satu untuk diarak keliling desa. Nggak hanya diarak, sapi-sapi itu juga dikalungi ketupat sebagai simbol lebaran. Bahkan ada beberapa sapi yang dicat warna-warni untuk menambah kemeriahan saat arak-arakan.

Suasana kenduri sebelum arak-arakan. (Detik.com)

Sebelum arak-arakan, para warga biasanya akan melakukan kenduri atau doa bersama di jalan desa yang dipimpin oleh tokoh agamawan setempat. Setelah berdoa warga akan menyantap ketupat lengkap dengan sayur dan lauk pauknya yang telah mereka bawa dari rumah.

Setelah kenduri selesai, warga akan bersiap untuk mengarak sapi keliling desa. Tapi bukan hanya sapi saja, lo. Hewan ternak lain seperti kambing juga ikut diarak. Tak ketinggalan gunungan ketupat dan sayur mayur serta kesenian tradisional juga ikut dalam barisan tersebut.

Wah, meriah sekali ya, Millens. Semoga tradisi lebaran sapi ini akan terus berlangsung dan semakin meriah tiap tahunnya. (IB13/E05)