Kunta dan Kisah Pusar Gatotkaca yang Susah Dipotong

Kunta dan Kisah Pusar Gatotkaca yang Susah Dipotong
Gatotkaca digambarkan dapat terbang dan menguasai sihir. (Shutterstock/Arkananta Kirvisana via Kompas)

Seluruh Pandawa, terutama Bima kebingungan bagaimana cara memotong pusar putranya, Gatotkaca yang baru lahir. Pasalnya, nggak ada satu pun senjata yang bisa memutusnya hingga usia anak itu satu tahun. Hanya satu senjata yang bisa dipakai untuk melakukannya, yaitu kuntawijaya.

Inibaru.id – Kalau kamu berkunjung ke Dieng, jangan lupa untuk bertandang ke satu objek wisata yang cukup terkenal yaitu Kawah Candradimuka. Konon, di sinilah Gatotkaca ditempa hingga menjadi kesatria tangguh, Millens. Putra Bima ini digambarkan memiliki otot kawat dan tulang besi usai dibenamkan di dalam kawah ini bersama dengan senjata-senjata sakti para dewa.

Ngomong-ngomong, tokoh legenda dari epos Mahabharata ini dilahirkan dalam wujud raksasa berkepala botak dengan nama Tetuka. Ia adalah putra Bima dengan Arimbi. Menurut cerita, Arimbi merupakan raksasa yang jago sihir. Duh, kebayang nggak sih DNA Gatotkaca istimewanya kayak apa? Ayahnya, Bima adalah Pandawa yang sangat kuat dan ibunya nggak cuma kuat tapi juga ratu sihir.

Benar saja, kekuatan Gatotkaca ini sudah melekat sejak ia dilahirkan. Sewaktu lahir hingga usia satu tahun, nggak ada satu pun senjata yang dapat memotong tali pusarnya. Arjuna, sang paman yang merasa prihatin pada keponakannya itu lantas pergi bersemedi untuk meminta bantuan dewa.

Di saat yang bersamaan, Karna juga tengah bersemedi untuk meminta senjata ampuh yang mampu membunuh siapa saja, terutama Arjuna.

Atas perintah Batara Guru, Batara Narada memberikan sebuah senjata sakti bernama Kuntawijaya kepada Arjuna. Senjata ini bisa dijadikan keris atau dipasang di ujung anak panah. Jangan tanya soal kekuatannya karena senjata ini rajanya senjata sakti.

Sayangnya, senjata ini hanya bisa digunakan satu kali. Karena itu, sang pemilik harus benar-benar mempertimbangkan akan menggunakannya untuk membunuh siapa sebelum musnah.

Karna melesatkan panah kunta ke arah Gatotkaca. (via ilmudasar)
Karna melesatkan panah kunta ke arah Gatotkaca. (via ilmudasar)

Singkat cerita, Narada membuat kesalahan dengan memberikan senjata itu kepada Karna. Menurut versi yang ditulis Wikipedia, Karna berhasil mendapatkan senjata ampuh itu berkat bantuan Batara Surya.

Tahu telah membuat kesalahan, Narada kemudian menemui Arjuna. Nggak mau membuang waktu, Arjuna lekas mengejar Karna untuk mengambil senjata tersebut. Mereka pun terlibat pertarungan sengit. Karna berhasil membawa pusaka tersebut sementara Arjuna hanya mendapat sarungnya. Meski begitu, sarung atau rangka tersebut juga dapat digunakan untuk memotong pusar Gatotkaca.

Sekali lagi keistimewaan Gatotkaca terlihat ketika pusarnya dipotong. Rangka itu kemudian masuk ke dalam perut Gatotkaca, menunggu bersatu kembali dengan isinya yang dimiliki Karna. Ini juga berarti Gatotkaca bakal tewas jika terkena senjata ini.

Benar saja dalam Perang Batharayuda hari ke-14, Gatotkaca tumbang karena kesaktian Kuntawijaya. Senjata yang tadinya disimpan Karna untuk menghabisi Arjuna terpaksa digunakan untuk membunuh Gatotkaca. Akhirnya, senjata ini bersatu kembali dengan sarungnya.

Hm, menarik juga ya kisah Gatotkaca ini, Millens? (Siti Zumrokhatun/E07)