Konon Berkhasiat, Ini Cerita Air Tiga Rasa di Kudus

Konon Berkhasiat, Ini Cerita Air Tiga Rasa di Kudus
Mata Air Tiga Rasa Rejenu di Kudus. (choliqmafa.blogspot)

Ada mata air tiga rasa di Kudus. Namanya adalah Air Tiga Rasa Rejenu. Kabarnya, setiap mata air dengan rasa yang berbeda ini punya khasiatnya sendiri-sendiri. Beneran nggak, sih?

Inibaru.id – Air tiga rasa di Kudus atau Air Tiga Rasa Rejenu sudah dikenal sebagai salah satu tempat wisata populer di Kudus, Jawa Tengah. Nah, kamu penasaran nggak kok bisa sih ada mata air dengan posisi berdekatan tapi rasanya beda-beda gitu, Millens?

Air Tiga Rasa Rajenu ini bisa kamu temui di Desa Japan, Kecamatan Dawe. Perbedaan rasa air dari tiga mata air ini memang cukup terasa. Ada yang manis dengan rasa mirip seperti stroberi, minuman bersoda, dan yang terakhir memiliki rasa yang mirip tuak. Tapi, kalau ketiga air ini dicampur, bakal jadi air tawar biasa.

“Rasa airnya di Rejenu beda-beda. Ada rasa stroberi tawar, rasa seperti soda, dan kayak agak seperti tuak,” cerita seorang wisatawan dari SMK Nusantara Kudus Teresia Viona, September 2019.

Nggak hanya rasa air yang berbeda-beda, Air Tiga Rasa Rejenu juga berada satu kompleks dengan Makam Wali Syekh Sadzali, di perbukitan Muria. Jadi, kamu bisa mencicipi rasa unik air ini sembari berziarah.

Omong-omong ya, Syekh Sadzali ini disebut-sebut sudah aktif menyebarkan agama Islam sekitar satu abad sebelum Walisongo aktif. Ia datang dari Baghdad pada abad ke-12 atau ke-13. Nah, Air Tiga Rasa ini kabarnya jadi karomah sang Syekh karena dulu dipakai sebagai tempat dia berwudu, Millens.

Air bisa diminum langsung dari mata airnya. (Betanews/Imam Arwindra)
Air bisa diminum langsung dari mata airnya. (Betanews/Imam Arwindra)

Salah seorang pengurus yayasan Makam Syeh Sadzali yang juga mengurus mata air ini, Sutaryo, menjelaskan kalau rasa air dari Rejenu memang berbeda-beda. Bahkan, bisa jadi lidah satu orang bisa merasakan sensasi yang berbeda dari lidah orang lainnya. Meski begitu, kebanyakan orang paling suka dengan rasa dari air yang berasal dari mata air bagian tengah.

Lantas, apa sih penyebab perbedaan dari rasa air-air tersebut? Awalnya, ada yang menduga jika hal ini dipengaruhi banyaknya akar dari beraneka ragam pohon di sekitar mata air. Tapi, hal ini langsung dibantah oleh Sutaryo.

“Ini faktor alami. Di tempat lain kan juga ada pohon seperti di sini, pohon bergat, pohon randu, beringin, dan lainnya. Kok di sana yang punya pohon sama, tidak ada air beda rasa seperti di sini?” ceritanya.

Yang menarik, mata air ini nggak pernah surut apalagi kering meski di tengah musim kemarau.

“Paling agak turun sedikit permukaan airnya,” ungkapnya.

O ya, ada yang bilang kalau meminum Air Tiga Raksa Rejenu ini, bisa mendapatkan khasiat dalam hal kesehatan, kelancaran usaha, kecerdasan, atau mendatangkan jodoh, lo, Millens. Tertarik mencobanya? (Bri, Son, Det/IB09/E05)