Kisah Tentang Teh di Berbagai Negara, Dari Tiongkok hingga Inggris

Kisah Tentang Teh di Berbagai Negara, Dari Tiongkok hingga Inggris
Pelbagai macam teh. (Unsplash/Joanna Kosinska)

Di Inggris, pajak teh konon pernah sangat tinggi sehingga banyak beredar teh ilegal. Ini terjadi karena budaya ngeteh di sana jauh melampaui ngopi.

Inibaru.id – Teh adalah minuman paling banyak dikonsumsi orang setelah air putih. Fakta itu menunjukkan betapa pentingnya minuman yang merupakan infusi dari seduhan daun, pucuk, dan tangkai Camellia sinensis tersebut. Dari manakah teh berasal?

Tanaman teh konon ditemukan di Yunan, sebuah provinsi di bagian barat daya Negeri Tirai Bambu. Kaisar Shennong dipercaya sebagai penemunya lantaran nggak sengaja menjumpai daun teh di panci airnya. Sejak saat itu, tradisi minum teh pun menyebar ke seluruh dunia.

Teh menjadi salah satu minuman paling diminati di dunia. (Riu)
Teh menjadi salah satu minuman paling diminati di dunia. (Riu)

Pada era Dinasti Qing, teh bertemu susu. Mereka pun mengonsumsi teh dengan susu. Namun, hal itu nggak berlaku di Jepang. Disajikan gratis di kedai makanan, teh ala Jepang tetap dinikmati apa adanya, meski ada pula yang menyajikannya dalam kondisi dingin.

Sementara, masyarakat Mongolia, yang berbatasan langsung dengan Tiongkok, memilih meminum teh bersama mentega. Hm, mungkin karena cuaca di sana dingin kali, ya! Ha-ha.

Teh dari Asia yang menggunakan cangkir tanpa tangkai. (Businessinsider)
Teh dari Asia yang menggunakan cangkir tanpa tangkai. (Businessinsider)

Cangkir Bertangkai dan Tidak

Masyarakat Asia biasa meminum teh dengan cangkir tanpa tangkai. Inilah yang membedakannya dengan orang Inggris. Sesuai dengan kebiasaan ngopi di Inggris, mereka juga menggunakan cangkir bertangkai saat menikmati teh.

Memakai cangkir bertangkai menjadi ciri khas ngeteh ala orang Inggris. (Dancing with tea)
Memakai cangkir bertangkai menjadi ciri khas ngeteh ala orang Inggris. (Dancing with tea)

Tradisi ngeteh sangat populer di Negeri The Beatles itu, yang dilakukan pada sore hari sebagai selingan dari makan siang menuju makan malam. Popularitas teh di Inggris konon sempat mengancam perdagangan alkohol di sana.

Buat kamu pencinta teh, mungkin kamu perlu memikirkan untuk tinggal di Inggris! Ha-ha. (IB20/E03)