Kini Jadi Putih, Warna Pasar Beringharjo Kembali ke Aslinya

Kini Jadi Putih, Warna Pasar Beringharjo Kembali ke Aslinya
Warna Pasar Beringharjo berubah menjadi putih. (Yogyapos)

Warna Pasar Beringharjo yang sebelumnya hijau kini berganti menjadi putih tulang. Apa alasan perubahan warna dari pasar yang lokasinya ada di Jalan Malioboro, Yogyakarta ini, ya?

Inibaru.id – Nggak lengkap rasanya kalau jalan-jalan di Jalan Malioboro tapi nggak belanja di Pasar Beringharjo. Di pasar ini, kamu bisa belanja pakaian hingga camilan. Bahkan, kamu juga bisa lo mencari oleh-oleh dengan harga miring di sana.

Pasar Beringharjo dikenal memiliki warna cat kombinasi hijau tua dan muda. Namun, kini warnanya sudah diubah menjadi putih tulang. Tulisan Pasar Beringharjo yang dulunya berwarna emas dengan warna latar hijau juga berganti menjadi warna hitam dengan latar putih. O ya, perubahan warna ini selesai dilakukan pada 20 Mei 2022.

Lantas, apa alasan warna cat Pasar Beringharjo diganti jadi putih? Kalau menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara penataan kembali kawasan Malioboro yang masuk dalam Sumbu Filosofi Jogja.

“Diserahterimakan 20 Mei lalu. Itu kan bagian dari Sumbu Filosofi dan kebijakan dari DIY harus dikembalikan sesuai dengan fasad zaman dulu,” ujar Vero, Selasa (24/5/2022).

Penataan kembali fasad Pasar Malioboro juga membuat pedagang kaki lima di sana harus rela dipindahkan ke tempat lain. Meski membuat Malioboro jadi seperti kehilangan sebagian ciri khasnya selama ini, hal ini justru membuat corak klasik bangunan di Malioboro yang sebelumnya tertutup kini kembali tampak. Penataan bangunan-bangunan bersejarah itu pun jadi lebih mudah untuk dilakukan.

Dulu, Pasar Beringharjo memiliki warna cat hijau. (Rumah.com)
Dulu, Pasar Beringharjo memiliki warna cat hijau. (Rumah.com)

Menghabiskan 355 Liter Cat

Pemilihan warna putih tulang juga nggak asal-asalan, Millens. Pada zaman kolonial Belanda, Pasar Beringharjo juga warnanya seperti itu. Vero pun berharap toko-toko di sekitar Pasar Beringharjo mengikuti penggunaan warna dengan gaya Indische ini. Jadi, nantinya para wisatawan bisa semakin menikmati bangunan-bangunan bersejarah di sana.

“Kami kan harus memberi contoh juga untuk mendorong toko dan yang lain agar segera bergerak,” terang Vero.

Setidaknya, 355 liter cat dihabiskan untuk menata ulang warna dari Pasar Beringharjo. Koordinasi pun dilakukan sebaik mungkin dengan para pedagang sehingga mereka nggak sampai menutup dagangannya selama proses pengecatan selama lebih dari 2 pekan.

Selain itu, pihak Pemkot Yogyakarta juga melakukan kerja sama dengan Bappeda serta CSR Kota Yogyakarta. Usai proses pengecatan, nantinya di depan pasar bakal diberi ornamen ikonik demi membuat tampilannya semakin cantik.

Hm, jadi penasaran ya seperti apa warna baru dari Pasar Beringharjo, Millens. (Sol, Har/IB09/E05)