Melongok Kemeriahan Festival Kupat Lepet di Jepara

Melongok Kemeriahan Festival Kupat Lepet di Jepara
Rebutan kupat lepet selepas larungan. (Inibaru.id/ Elvita)

Setelah pelarungan kepala kerbau dalam Pesta Lomban, warga yang telah memadati Pantai Kartini lanjut mengikuti Festival Kupat Lepet.

Inibaru.id – Setelah Pesta Lomban dilaksanakan, masyarakat yang sudah berkumpul di Pantai Kartini masih memiliki keseruan lainnya yakni Festival Kupat Lepet. Dari namanya saja sudah tergambar bahwa acara ini melibatkan kupat dan lepet sebagai simbol bodo kupat atau lebaran ketupat.

Menyambut Plt Bupati turun dari kapal selepas larungan. (Inibaru.id/ Elvita)

Jika di beberapa daerah di Indonesia ketupat dinikmati saat Hari Raya Idul Fitri, di Jepara lain lagi ceritanya. Ketupat dan lepet biasa hadir sepekan setelah lebaran. Biar makin meriah, festival kupat lepet turut diadakan. Sebagai orang Jepara, tentu ini momen yang saya tunggu.

Para tamu undangan menyaksikan berbagai rangkaian acara penutupan Festival Kupat Lepet 2019. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Sebelum diperebutkan, gunungan ketupat dan lepet terlebih dulu didoakan dan diarak. Arak-arakan dimulai dari pintu masuk pelabuhan Pantai Kartini dan berakhir di lapangan Pantai Kartini. Tahun ini jumlah ketupat dan lepet yang diperebutkan sebanyak 1.440 buah. Masyarakat percaya ketupat tersebut mengandung berkah. Hm.

Dengan disambut tarian dari Sanggar Sekar Kinasih Jepara, Plt Bupati Dian Kristiandi dan jajarannya mulai memasuki Pantai Kartini untuk memulai festival kupat lepet. Meleset dari perkiraan, acara yang tadinya dijadwalkan pukul 11.00 tersebut dimulai lebih awal yaitu pukul 09.00 WIB.

"Kita wujudkan bersama-sama, agar Jepara makin dikenal sampai seantero dunia," kata Dian Kristiandi yang akrab dipanggil Andi itu. Dia juga berpesan agar acara ini dapat terus dilestarikan. Betul banget ya, Millens?

Benar saja, acara ini memang menjadi magnet bagi para masyarakat, wisatawan lokal bahkan asing. Saking padatnya, saya pun kesulitan bergerak dengan leluasa. Bergerak saja kesulitan apalagi harus berebut ketupat bersaing dengan ribuan wisatawan lainnya. Karena ini bukan ketupat biasa, tentu semua orang ingin mendapatkannya. Mereka cukup militan untuk meminta pada petugas atau mengambilnya sendiri. Wah, seru banget deh!

Usai berebut ketupat dan lepet, saya beserta wisatawan lain menikmati hiburan yang telah disediakan Pemkab Jepara. Ada tari-tarian dan yang nggak boleh ketinggalan, pentas orkes dangdut. Bagi saya, acara ini benar-benar liburan yang plus-plus. Bisa memandang indahnya pantai, menikmati musik live, juga melihat kemeriahan Pesta Lomban.

Kalau di daerahmu ada festival seperti ini nggak, Millens? (Isyah M/E05)