Kelenteng Grajen, Tempat Dewa Obat Hian Thian Siang Tee Memberi Kesembuhan

Kelenteng Grajen, Tempat Dewa Obat Hian Thian Siang Tee Memberi Kesembuhan
Seorang umat Tridharma berdoa di depan rupang dewa. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Kelenteng Grajen memiliki Dewa Utama Hian Thian Siang Tee atau Dewa Obat. Di tempat ini banyak umat yang meminta kesembuhan.

Inibaru.id – Seorang perempuan paruh baya memakai jilbab merah muda tengah duduk di samping Kelenteng Grajen dekat patung Dewa Matahari. Hm, ngapain ya?

Perempuan itu bercerita jika anaknya kabur dengan pacarnya ke Yogyakarta. Dia ingin meminta bantuan pada Biokong (juru kunci kelenteng) dan Dewa terkait nasib anaknya tersebut. Setelah berdoa pada Dewa, sang Biokong yang berpakaian hitam dan berkacamata langsung melempar pwa pwee. Itu lo kepingan dari kayu yang memiliki dua sisi.

Kalau setelah dilempar, sisinya terbuka berarti doa diterima. Tapi kalau sisi tertutup melambangkan doa ditolak

Salah satu dewa penjaga pintu utama Kelenteng Grajen. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Salah satu dewa penjaga pintu utama Kelenteng Grajen. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Syukurlah, saat itu pwee wee perempuan tadi membuka semua Millens. Lalu Biokong mengambil kocokan kayu berisi petunjuk dalam bahasa Mandarin.

Dari petunjuk itu, Biokong mengambil kertas warna pink dan di dalam kertas itu sudah tertulis maksud dan artinya. Biokong mengatakan jika anak si ibu baik-baik saja. Juru kunci berpesan untuk membawa kertas tersebut dan melakukan proses lanjutan di rumah. Saya ikut semringah ketika melihat si ibu pulang dengan wajah lebih tenang.

Selain sering digunakan oleh beragam umat untuk tujuan meramal nasib tertentu, menurut mantan Biokong bernama Budi mengatakan Kelenteng Grajen juga banyak didatangi untuk keperluan pengobatan.

Ritual ibadah di Kelenteng Grajen. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Ritual ibadah di Kelenteng Grajen. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Dari keterangan Budi saya tahu kalau Kelenteng Grajen merupakan "rumah" Dewa Obat Hian Thiang Siang Tee. Jadi nggak mengherankan kalau banyak orang datang ke kelenteng ini untuk meminta penyembuhan. Orang tinggal menebus obat yang tertulis pada kertas warna pink ke apotek atau toko obat alternatif.

"Obatnya bisa macam-macam. Ada yang sakit  kepala, ada yang sakit perut. Ada yang pakai tulang macan, buat penyakit dalam. Ada yang kencing bayi, itu berarti orangnya punya sakit pinggang. Itu pakainya gitu,” kata Budi.

Budi percaya bahwa semua itu dijawab oleh dewa.

Laci lemari kayu yang berisi resep obat. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Laci lemari kayu yang berisi resep obat. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Di salah satu sudut, ratusan lembar resep obat tertata rapi di laci kayu. Berbagai macam penyakit dengan cara pengobatannya ada di situ. Gimana, tertarik berobat juga? (Isma Swastiningrum/E05)