Karnaval Paskah, Wujud Pluralitas di Kota Semarang

Perayaan Paskah di Kota Lunpia diwujudkan dalam bentuk Karnaval Paskah. Menjadi agenda tahunan di Semarang, perayaan penting bagi umat Nasrani itu dilangsungkan dengan berjalan kaki dari Kota Lama menuju Balaikota.

Karnaval Paskah, Wujud Pluralitas di Kota Semarang
Visualisasi jalan salib dalam Karnaval Paskah di Kota Lama, Semarang. (Beritajateng)

Inibaru.id – Paskah dan prosesi-prosesi yang menyertainya menjadi ritual penting bagi umat Nasrani. Rangkaian ritual kematian hingga kebangkitan Yesus Kristus itu diwujudkan dalam banyak cara, salah satunya dengan Festival Paskah yang berlangsung di Semarang dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun lalu, Festival Paskah di Kota Lunpia dilangsungkan dengan berjalan kaki di sepanjang jalan utama di Semarang. Bertolak dari Kota Lama, para peserta, lengkap dengan semua atribut dan kostum mereka, berjalan melalui Jalan Pemuda menuju Balaikota Semarang.

Festival tersebut berlangsung meriah dan disambut baik masyarakat. Tak hanya diikuti penganut kepercayaan Nasrani, para peserta karnaval juga berasal dari penganut kepercayaan lain. Ini seolah menujukkan pluralitas yang dijunjung tinggi di Kota ATLAS.

Arak-arakan massa dalam balutan pelbagai kostum tampak menghiasi Jalan Pemuda hari itu. Berbagai pesan juga ditampilkan para peserta. Di antara mereka, ada pula yang menyertakan bebunyian seperti marching band. Semuanya meriah!

Dalam arak-arakan tersebut, sejumlah orang juga melakukan visualisasi jalan salib. Aksi teatrikal yang biasa disebut via dolorosa itu menggabarkan prosesi penyaliban Yesus yang biasa dilangsungkan pada Jumat Agung, atau dua hari menjelang Paskah yang berlangsung pada Minggu.

Bagaimana keseruan Paskah tahun ini ya? Eh, bagaimana dengan Paskah di tempatmu, Millens? (IB23/E03)