Jati Diri Perempuan Jawa yang Tersirat Dalam Tari Topeng Endel dari Tegal

Jati Diri Perempuan Jawa yang Tersirat Dalam Tari Topeng Endel dari Tegal
Tari Topeng Endel. (Instagram/rideproject.tgl)

Dalam bahasa Jawa, endel berarti genit, kenes, lenjeh. Nah, tarian khas Tegal yang disebut Topeng Endel ini memperlihatkan sosok perempuan Jawa yang sesungguhnya.

Inibaru.id – Dibanding Sintren, Tari Endel mungkin nggak cukup dikenal masyarakat Jawa. Namun, nggak demikian dengan warga Tegal. Tarian yang dimainkan dengan memakai topeng berwujud perempuan itu menjadi salah satu kesenian yang masih cukup lestari di Kota Bahari dan sekitarnya.

Tumbuh di Desa Slarang Lor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Tari Topeng Endel kali pertama dikembangkan oleh Darem. Pada 1950-an, tari topeng yang memperlihatkan gerakan yang energetik itu diturunkan ke sang anak, Warni. Lalu, pada 1960-an, tarian tersebut diwariskan ke anak Warni, yakni Sawitri.

Tari Topeng Endel. (Instagram/ivona_mey)

Tari ini adalah perpaduan dari gerak tari gaya Sunda, penggunaan topeng ala Tari Topeng Cirebon, dan kostum yang mirip Tari Gambyong. Dalam menarikannya, Tari Topeng Endel "dituntun" iringan gamelan Jawa dan tembang Gendhing Ombak Banyu atau Ilo-Ilo Itek.

Tari Topeng Endel khas Tegal bisa dimainkan secara tunggal, berpasangan, atau massal. Tempatnya pun bisa di area terbuka seperti lapangan atau area tertutup seperti di dalam gedung, pada waktu siang atau malam.

Jadi Energetik Setelah Pakai Topeng

Tari Topeng Endel. (Wikimedia/Sudanto Ponco Sularso)

Dalam bahasa Jawa, endel berarti genit atau kenes. Tarian ini menggambarkan perempuan Jawa kala remaja yang cantik dan lincah, yang ditunjukkan saat penari mengenakan topeng. Gerakan tangan, kaki, dan pinggul yang lincah menunjukkan keceriaan tersebut.

Pada babak awal, yakni sebelum mengenakan topeng, penari semula melakukan gerakan tari yang lemah lembut dan gemulai. Namun, pada pertengahan pertunjukan, setelah topeng dikenakan, gerakan yang semula gemulai pun berubah lebih energetik. Pada beberapa kasus, agar nggak lepas, topeng dikenakan penari dengan cara digigit.

Bersiap menarikan Tari Topeng Endel. (Instagram/rimademensah)

Dalam posisi menggigit topeng, penari harus melakukan gerakan-gerakan tari yang lincah, kenes, dan agak genit. Konon, inilah jati diri perempuan Jawa sesungguhnya. Hm, jauh lebih menarik ya! Ha-ha.

Hingga kini Tari Topeng Endel masih terus dilestarikan masyarakat Tegal. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, tari tersebut bahkan dimainkan secara massal dengan melibatkan ribuan orang, lo! (MG26/E03)