Jathilan, Menari hingga Kesurupan dari Desa Candirejo Magelang

Jathilan, Menari hingga Kesurupan dari Desa Candirejo Magelang
Jathilan. (Youtube)

Kesurupan menjadi salah satu atraksi yang menarik sejak dulu. Inilah yang menjadi daya tarik jathilan, kesenian kuda kepang yang masih kerap dimainkan di Desa Candirejo.

Inibaru.id – Kesenian Magelang merupakan salah satu kesenian yang terus berkembang di Jawa Tengah. Kabupaten ini memang menjadi tempat di mana para seniman “tumbuh” dengan subur.

Kendati terus berinovasi, bukan berarti kesenian lama lantas ditinggalkan. Salah satu kesenian yang tetap dilestarikan adalah Jathilan. Pernah mendengar nama ini?

Dusun Brangkal di Desa Candirejo adalah salah satu tempat yang cukup sering menggelar kesenian ini. Jathilan biasanya dimainkan oleh anak-anak atau orang dewasa di lapangan terbuka.

Dengan jumlah penari sekitar enam hingga sepuluh orang, mereka menggunakan selendang di pinggang. Penari utama bertugas membawa kuda kepang yang nantinya digunakan untuk beratraksi.

Menjelang akhir pertunjukan, salah satu penari menjadi kesurupan. Di sinilah atraksi dimulai. Penari itu akan menari atau memakan sesajian tanpa sadar. Usai atraksi, pemain lain akan mengembalikan kesadarannya dan ditutuplah pertunjukan ini.

Pengin menyaksikan kesenian unik ini? Datang saja ke Desa Candirejo. Selain Jathilan, kamu juga sebaiknya nggak menyia-nyiakan kesempatan menonton pertunjukan seni lainnya seperti Kubrosiwo, Tari Topeng Ireng, seni gamelan, atau wayang.

Wah, jadi pengin ke Magelang, nih! Siapa tahu, nggak hanya wawasan yang bertambah, tapi juga pacar. Eh, maksudnya, teman! Ha-ha. (IB15/E03)