Jamasan, Ritual Memandikan Pusaka di Bulan Suro

Pusaka merupakan berbagai benda yang dipercayai memiliki kekuatan spiritual. Untuk itu, perawatannya nggak boleh sembarangan, Millens. Bahkan ritual jadi kegiatan wajib untuk menjaga kesakralan pusaka. Hm, bagaimana ya prosesnya?

Jamasan, Ritual Memandikan Pusaka di Bulan Suro
Kereta Kanjeng Nyai Jimat jadi benda pusaka yang dibersihkan di bulan Suro. (medcom.id)

Inibaru.id – Ritual jamasan biasa dilakukan oleh para pemilik pusaka di bulan Suro dalam penanggalan Jawa, tepatnya pada malam satu Suro. Pada jaman dahulu, hampir setiap orang punya pusaka pribadi. Kepemilikannya jadi bentuk kesiap-siagaan dalam menjalani hidup.

Jamas dalam bahasa Jawa memiliki arti cuci atau membersihkan. Ritual jamasan merupakan kegiatan mencuci pusaka. Pusaka yang dicuci berupa keris, tombak, gong, kereta pusaka, dan lain-lain.

 

Sesepuh adat melakukan ritual memandikan tombak pusaka Kanjeng Kiai Upas. (metrotvnews.com)

Malam satu Suro dipilih karena masyarakat Jawa meyakini ada banyak larangan dan pantangan di bulan tersebut. Nah, jamasan dilakukan supaya mereka mendapat perlindungan, ketentraman, dan keselamatan dari malapetaka.

Benda-benda pusaka yang dimandikan dipercaya mendatangkan berkah. Selain itu, tujuan jamasan adalah menjaga kekuatan spiritual yang ada di dalam pusaka supaya nggak pudar. Kalau nggak dirawat dengan baik, pusaka hanya jadi benda biasa, Millens.

Upacara ini terbuka untuk umum, kok. Keunikannya sampai menarik minat wisatawan domestik hingga mancanegara. Ada juga masyarakat yang datang untuk berebut air bekas jamasan, karena air tersebut dipercaya membawa berkah.

Air jamasan bisa jadi buah tangan kalau kamu ikut ritual ini. (metrotvnews.com)

Upacara Jamasan Pusaka

Karena jamasan adalah sebuah ritual, maka pelaksanaanya dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama, pusaka akan diambil di tempat penyimpanan. Biasanya juru kunci yang melakukan tahap ini karena bertanggung jawab menjaga benda pusaka.

Kemudian benda pusaka akan diarak diiringi oleh para pengawal dengan pakaian khas Keraton. Arak-arakan dilakukan dari tempat penyimpanan menuju lokasi jamasan.

 Nah, tahap terakhir ritual ini adalah pemandian. Air yang digunakan nggak sembarangan loh, yaitu air bunga tujuh setaman. Ada juga air londho berupa air kelapa yang sudah direndami sekam ketan hitam. Pusaka keris punya perlakuan khusus yaitu dibersihkan dengan air jeruk nipis. Selain itu, keris dikeringkan di atas sekam ketan hitam untuk menjaga warna dan kilap aslinya.

Gimana Millens, tradisi masyarakat Jawa unik kan? (MG13/E05)