Jadi Sajian Wajib Saat Imlek, Mi Sarat akan Filosofi

Jadi Sajian Wajib Saat Imlek, Mi Sarat akan Filosofi
Mi jadi salah satu sajian wajib saat imlek. (Pexels/ Buenosia Carol)

Saat Imlek, mi menjadi salah satu makanan yang wajib disantap oleh masyarakat Tionghoa. Mengapa ya?

Inibaru.id – Siapa sih yang nggak kenal dengan mi? Santapan yang satu itu menjadi favorit mayoritas masyarakat Indonesia.

Pada Tahun Baru Tionghoa alias Imlek, mi juga menjadi salah satu makanan yang wajib ada lo. Yap, mi merupakan makanan khas Imlek yang sarat filosofi.

Bentuk mi yang panjang melambangkan harapan akan kebahagiaan dan rezeki yang nggak pernah putus. Selain itu, mi juga menjadi simbol panjang umur bagi masyarakat etnis Tionghoa. Bentuk mi yang bulat juga mengandung filosofi berupa kesempurnaan lo, Millens.

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa mi mengandung banyak makna. (pegipegi.com)

Karena itu, masyarakat Tionghoa memasak mi dalam keadaan utuh tanpa dipotong-potong. Biasanya sih dimasak menjadi sajian berkuah. Cara memasak yang demikian memiliki filosofi agar kebahagiaan dan rezeki selama tahun baru nggak putus-putus juga tuh.

Nggak hanya dalam memasaknya, masyarakat Tionghoa juga punya cara tersendiri dalam menyantap mi. Saat makan mi disarankan untuk menyeruput langsung hingga semua bagian mi masuk ke mulut.

Mi menjadi santapan sarat makna. (majalahkartini.co.id)

Eits, jangan sampai menggigit atau memutus mi ya. Masyarakat Tionghoa percaya kalau hal itu bisa ikut memutus keberuntungan yang dibawa mi itu.

Hm, pantas saja ya mi selalu ada sebagai sajian saat Imlek. Filosofi yang terkandung di dalamnya membawa doa dan harapan bagi masyarakat Tionghoa dalam menyongsong tahun baru.

Nah, selamat menyambut Tahun Baru Imlek ya! (IB10/E05)