Seru! Ini Dia Tradisi Unik Memperingari HUT RI di Jawa Tengah

Setiap daerah memiliki cara masing-masing dalam menyambut hari kemerdekaan. Nah, berikut ini ada beberapa tradisi perayaan kemerdekaan yang ada di Jawa Tengah.

Seru! Ini Dia Tradisi Unik Memperingari HUT RI di Jawa Tengah
TIrakatan 17 Agustus. (miignon.com)

Inibaru.id - Tinggal menghitung hari, Indonesia akan merayakan hari kemerdekaan. Untuk memperingatinya, masyarakat memiliki beragam cara. Mulai dari upara bendera, dekorasi bertema kemerdekaan, hingga berbagai perlombaan yang biasanya diikuti oleh anak-anak dan orang dewasa. 

Terdiri atas banyak wilayah, beda daerah tentunya beda juga tradisi yang dilakukan masyarakatnya dalam memperingati hari kemerdekaan RI. Nah, inilah beberapa tradisi unik perayaan 17 Agustus yang ada di beberapa daerah mengutip hartonomall.com. Apa saja itu?

1. Lari obor estafet

Ratusan warga mengikuti lari obor estafet. (Panduanwisata.id)

Masyarakat Semarang memiliki tradisi lari obor estafet untuk memperingari hari jadi Indonesia. Dengan memegang sebuah obor yang menyala, setiap peserta akan berlari estafet mengitari area yang telah ditentukan.

Biasa diadakan pada malam hari di tanggal 17 Agustus, tradisi yang diikuti seluruh lapisan masyarakat ini sudah dilakukan selama 32 tahun, lo. Adapun tradisi ini mengandung makna filosofi bahwa obor merupakan simbol semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

 2. Tirakatan

https://i0.wp.com/nujateng.com/wp-content/uploads/2017/08/WhatsApp-Image-2017-08-17-at-15.26.40.jpeg?fit=1280%2C720&ssl=1

Warga sedang berkumpul dalam acara malam tirakatan. (Nujateng.com/Ceprudin)

Dilakukan pada malam hari sebelum 17 Agustus, beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa menggelar malam tirakatan. Pada malam tirakatan ini biasanya warga akan berkumpul bersama.

Acara tirakatan ini akan diisi dengan sambutan berbagai pihak, melantunkan lagu kemerdekaan, memanjatkan doa dan penyampaian pesan moral perjuangan dan kemerdekaan. Sebagai penutup malam tirakatan, biasanya ada pemotongan tumpeng serta makan bersama.

3. Penerbangan lampion raksasa

http://images.solopos.com/2010/02/5lampion.jpg

Ilustrasi lampion raksasa yang akan diterbangkan di Temanggung. (Espos/Sunaryo Haryo Bayu)

Melansir ralali.com (14/8/2017), di Kota Temanggung, tepatnya di daerah Tembarak, untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, setiap tahunnya diadakan festival penerbangan lampion raksasa.

Lampion-lampion tersebut kurang lebih berdiameter 2 meter. Untuk menerbangkan satu lampion dibutuhkan setidaknya 4 orang dewasa. Uniknya, lampion-lampion tersebut dihiasi kalimat-kalimat bijak.

Hal tersebut bertujuan sebagai simbol harapan serta keinginan masyarakat agar kebaikan dapat tersebar dan menghiasi seluruh Kabupaten Temanggung.

4. Sepakbola durian

https://i1.wp.com/www.buletinnusantara.com/wp-content/uploads/2017/05/DSC_0163.jpg

Sepakbola durian. (Buletinnusantara.com)

Terdengar ekstrem bukan? Selalu diadakan untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, tradisi unik tersebut berasal dari Kebumen. Para pesertanya adalah puluhan anggota laskar densus 99 dan forum spritual. Biasanya sebelum permainan ini dimulai seorang ustaz akan memimpin doa untuk keselamatan para pemain.

Wah, seru ya. Kalau tradisi perayaan 17 Agustus di daerahmu apa, Millens? (IB05/E05)