Ribuan Warga Tambak Lorok Gelar Sedekah Bumi Sekaligus Laut

Ribuan Warga Tambak Lorok Gelar Sedekah Bumi Sekaligus Laut
Kapal pengiring saat menenggelamkan sesaji di laut. (Inibaru.id/ Audrian F)

Dengan maksud bersyukur kepada Sang Pencipta karena telah diberi limpahan karuni, warga Tambak Lorok menyelenggarakan sedekah bumi dan laut.

Inibaru.id - Untuk mensyukuri segala limpahan rezeki dari Sang Pencipta, warga Tambak Lorok yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tersebut mengadakan sedekah laut dan sedekah bumi pada Minggu (28/7).

Rangkian acara dimulai dari sesi kirab yang membawa rumah-rumahan yang didalamnya terdapat kepala kerbau, sesajen, hasil bumi, dan tumpengan. Sebelum pelaksanaan kirab, diadakan adanya arwah jama’ dan istigasah kerakyatan.

Selama prosesi acara, kurang lebih 8 ribu orang turut meramaikan mulai dari nelayan, wisatawan, pelajar dan masyarakat umum. Lalu dalam mengikuti pelarungan yang dilakukan di perairan Tanjung Emas, tercatat ada 70 kapal yang mengiringi.

Kirab sedekah bumi dan laut di Tambak Lorok, kota Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Adapun menurut ketua acara yakni Imam Sudibyo maksud dari pelarungan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur dan mohon keselamatan.

“Pada intinya nelayan kan mencari mata pencahariannya di laut. Nah, dengan adanya pelarungan ini semacam ucapan terima kasih,” tutur Imam

Pada acara ini Kesatuan Nelayan Tradisional juga ikut membantu jalannya acara. Ketua KNTI Slamet Ari Nugroho juga menuturkan akan pentingnya nelayan mengikuti sedekah bumi dan laut ini.

“Selain wujud syukur, momen ini juga bisa digunakan nelayan untuk memublikasikan diri,” ucap Slamet

Slamet juga membeberkan jumlah nelayan di Tambak Lorok ini tercatat sekitar 745 nelayan. Mereka didominasi warga RW 12-15 Tambak Lorok dan juga warga RW 16 Tambak Rejo.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga mengikuti pelarungan ke laut. (Inibaru.id/ Audrian F)

Slamet berharap, Ritual Sedekah Laut dan Bumi dapat menjadi pemantik masyarakat untuk datang menikmati wisata di Tambak Lorok.

"Tambak Lorok kini menjadi Destinasi Wisata Kota Semarang. Bebagai pembanhunan oleh pemerintah sudah dilakukan termasuk akses jalan. Ke depan kami dengan mengkoordinir para nelayan dan pihak yang terkait untuk bersama memajukan desa wisata Tambak Lorok," tandas Slamet.

Selain acara puncak pelarungan kepala kerbau, Sedekah Laut dan Bumi juga dilaksanakan hiburan, pementasan karya pemuda dan UMKM, pagelaran wayang kulit, dan juga dimeriahkan oleh 3 ornamen warak ngendok yang dihias semenarik mungkin.

Wah, meriah juga ya. By the way, buat kamu yang demen wisata bahari bisa banget lo ke Tambak Lorok. (Audrian F/E05)