Hari Anak Nasional, Inilah Momen di Masa Kecil yang Bikin Kangen

Hari Anak Nasional, Inilah Momen di Masa Kecil yang Bikin Kangen
Kangen nggak sama masa kecil? (Inibaru.id/ Audrian F)

Banyak permainan dan momen di masa kecil yang bikin kangen. Di hari anak nasional ini yuk sedikit nostalgia sebelum kembali menghadapi kenyataan. He

Inibaru.id - Jika melihat anak kecil bermain tentu setiap orang dewasa ingin kembali ke sana. Dunia yang masih lapang, penuh keceriaan dan permainan merupakan iming-iming tersendiri karena kehidupan orang dewasa yang padat akan rutinitas dan tanggung jawab tentu bikin kepala terasa sumpek.

Seberapa pengin kita mencoba untuk kembali rasanya nggak bakal mungkin (kecuali kalau punya mesin waktu), yang bisa dilakukan mungkin hanya mengenang. Maka di hari anak nasional ini coba yuk ingat-ingat kembali betapa indahnya masa kecilmu itu.

Bermain Layang-layang

Siapa yang dulu jago nerbangin layangan? Kamu? (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Siapa yang dulu jago nerbangin layangan? Kamu? (Inibaru.id/ Audrian F)

Sebelum ada gawai beserta remeh-temeh aplikasinya, bermain di lapangan terbuka adalah wahana istimewa bagi anak-anak. Salah satu yang dimainkan adalah layang-layang.

Layang-layang dan benangnya adalah perkakas khusus yang harus dimiliki. Tanpa kedua alat itu permainan nggak bisa berjalan. Bahkan bagi yang sudah piawai, sampai membeli benang layangan yang berharga mahal.

Benang layangan tadi nggak lain adalah untuk adu layangan. Yap, pertarungan yang  barangkali lebih prestise daripada mabar Mobile Legend di masa kiwari. Eh, bener nggak sih?

Puncak dari bermain layangan adalah ketika mengejar layangan putus. Dapat layangan hasil kejar-kejaran itu rasanya berbeda. Ada kebanggaan di situ meskipun sebetulnya, beli lagi kan bisa ya?

Bermain di Sungai

Memang sensasi mandi di sungai nggak ada duanya. (Inibaru.id/ Audriaan F)<br>
Memang sensasi mandi di sungai nggak ada duanya. (Inibaru.id/ Audriaan F)

Ini adalah waterboom yang sesungguhnya. Mandi di sungai bukanlah sekadar bermain. Tapi juga kebahagian yang hakiki karena serasa bebas memiliki alam seutuhnya. Perkara sungai yang kotor atau kalau ada ‘sesuatu yang melintas’ itu adalah masalah terakhir. Yang penting bahagia dan segar.

Tapi kalau pulang-pulang dimarahi orang tua, nah itu baru masalah besar.

Bermain Rumah-rumahan atau Pasaran

Biasanya sih anak perempuan yang demen main ini. Tapi ada juga kok anak laki-laki yang ikutan. (Boombastis)
Biasanya sih anak perempuan yang demen main ini. Tapi ada juga kok anak laki-laki yang ikutan. (Boombastis)

Naluri kita dalam membina rumah tangga di kala dewasa mungkin sudah terbina sejak kecil. Bagaimana nggak, bermain rumah-rumahan atau pura-pura membentuk keluarga juga termasuk permainan masa kecil yang nggak pernah dilewatkan.

Biasanya permainan ini akan seru bagi si anak cewek dan membosankan bagi anak cowok. Tapi ya ikut saja deh.

Nonton Televisi Minggu Pagi

Acara-acara yang nggak mungkin dilewatkan karena nggak bisa diulang. (Boombastis)<br>
Acara-acara yang nggak mungkin dilewatkan karena nggak bisa diulang. (Boombastis)

Momen ini kemungkinan besar paling membekas. Sebab sebelum ada gawai dan maraknya internet, sumber hiburan adalah televisi. Acara kartun Minggu pagi adalah yang paling ditunggu-tunggu. Bahkan akan timbul kekecewaan yang besar kalau kamu ketinggalan salah satu episodenya.

Tapi untuk masalah ini cukup bisa terobati karena kartun-kartun masa kecil sudah terdokumentasi di berbagai platform. Bahkan ada yang belum tamat. Tahu kan kartun itu apa?

Hujan-hujanan

Sekarang juga masih bisa hujan-hujanan kok. Tapi habis itu badan penuh kerokan. (Istock)<br>
Sekarang juga masih bisa hujan-hujanan kok. Tapi habis itu badan penuh kerokan. (Istock)

Setipe dengan bermain di sungai, hujan-hujanan mendekatkan anak-anak ke alam. Sensasi diterpa air hujan akan menimbulkan satu kebahagiaan. Terlebih jika hujan-hujanannya dengan teman-teman.

Kalau hal ini sekarang pun sebetulnya masih bisa dilakukan. Tapi setelah itu punggung penuh "tato" kerokan. Hmm, menua adalah derita ya, Millens. Btw, mana kenangan yang paling membekas? (Audrian F/E05)