Guyub Rukun di Kampung Toleransi Ambarawa

Guyub Rukun di Kampung Toleransi Ambarawa
Warga saling bersalaman saat hari raya. (Antara/Aditya Pradana )

Konon, keberagaman diciptakan untuk memupuk rasa saling menghargai dan menghormati. Kedua hal ini bisa diterapkan melalui guyub rukun antarwarga umat beragama seperti yang ada di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Inibaru.id – Indonesia terkenal dengan keberagamannya. Mulai dari kebudayaan, kesenian, sampai agama yang dianut masyarakat pun berbeda-beda. Namun, justru dari keberagaman itulah rasa saling menghargai dan menghormati mestinya tercipta seperti yang ada di Kampung Losari RT 04/RW 04, Kelurahan Ledoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Masyarakat Kampung Losari merupakan masyarakat yang beragam termasuk dalam hal agama. Kendati demikian, mereka menjunjung rasa toleransi antarumat beragama yang tinggi. Ini terlihat jelas saat ada perayaan hari-hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Natal.

Saat Idulfitri, semua warga di Kampung Losari bakal bersilaturahmi dengan warga yang merayakannya. Mereka saling berjabat tangan untuk memberikan ucapan selamat hari raya. Begitu juga saat Natal tiba. Menurut Ketua RT 04/RW 04 Losari Sumarno silahturahmi ini telah menjadi kesepakatan warga dan berlangsung sejak 2000-an.

"Ini perwujudan toleransi dan warga menyadari adanya perbedaan tersebut, tapi perbedaan dikelola dengan baik. Mereka saling menyadari akan perbedaan tersebut," katanya seperti ditulis Detik.com, Senin (25/12/2017).

Kendai begitu, mereka menghindari menggunakan atribut ibadah dalam tradisi tersebut, Millens.

"Kegiatan ini bukan sarana ibadah sehingga tidak ada atribut ibadah. Warga hanya saling mengucapkan Selamat Natal," jelas Sumarno saat Hari Raya Natal berlangsung kala itu.

Selain Kampung Losari, ada juga Kampung Lingkungan Sumber, RW 7, Kelurahan Panjang, Ambarawa yang dikenal menjunjung tinggi toleransi antarwarga. Saat Hari Raya Natal tiba, seluruh warga bergotong royong membantu mempersiapkan acara tersebut.

Kehadiran kampung-kampung toleransi tersebut mendapat respons baik dari pemerintah. Bahkan, Pemerintah Ambarawa berinisiatif membuat desa kerukunan yang nantinya dibekali enam rumah ibadah untuk enam agama.

Desa kerukunan ini nantinya akan dibangun di Kelurahan Keranggan Ambarawa dan akan dijadikan sebagai pilot project Jawa Tengah untuk jadi percontohan umat beragama di daerah lain.

"Diharapkan nantinya ada program misalkan membersihkan rumah ibadah bersama-sama. Itu semua dilakukan bersama-sama. Kita juga buat kegiatan sosialisasi dengan berbagai agama untuk membantu masyarakat miskin dan juga ada program pasar murah yang difasilitasi FKUB," ujar Sinwan, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dilansir Detik.com, Rabu (28/3/2018).

Semoga toleransi antarumat beragama di Indonesia semakin membaik, ya, Millens. (IB07/E04)