Jawa dan Sunda Berpadu dalam Tari Jalungmas

Tari Jalungmas yang diciptakan oleh Tiek Entarti ini merupakan perpaduan antara Tari Jaipong dan kesenian Lengger Calung. Seperti apa keindahannya?

Jawa dan Sunda Berpadu dalam Tari Jalungmas
Latihan Tari Jalungmas yang dilakukan oleh anak-anak Cilacap untuk acara Sodong Culture Symphony. (citranewsindonesia.com)

Inibaru.id – Suku Sunda di Jawa Barat terkenal dengan Tari Jaipong, sementara Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah mempunyai Lengger Calung yang eksis sebagai kesenian daerah. Bagaimana ya kalau dua jenis seni tersebut dipadukan? Nah, Millens perlu tahu nih, ada tarian khas dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang merupakan karya gabungan dari dua jenis kesenian tersebut, lo. Tarian itu disebut Tari Jalungmas.

Yap, Jalungmas merupakan akronim dari kata “jaipong” dan “calung Banyumas”. Tari Jalungmas diciptakan pada 1993 oleh Tiek Entarti, seorang koreografer tari klasik sekaligus mantan guru tari di SMP 1 Cilacap. Kala itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (MenkopPolkam) Susilo Sudarman meminta tarian khas Cilacap dipentaskan dalam acara Paguyuban Serulingmas se-Jabodetabek di Balai Sidang Senayan.

Resi Septiana Dewi dalam Keanekaragaman Seni Tari Nusantara (2012) menulis, Bupati Cilacap ketika itu, Mohamad Supardi, lantas meminta Dinas Pendidikan untuk membuat koreografi tarian baru yang berbeda. Tiek Entarti pun berusaha mengeksplorasi Cilacap. Dia menyadari bahwa Cilacap dekat dengan Banyumas memiliki kesenian lengger calung. Di sisi lain, masyarakat di sejumlah kecamatan di Cilacap erat dengan kebudayaan Sunda.

Baca juga:
Kamu Gebyuk Ikan-Ikan, Kamu Melestarikan Sungai
Menyelamati Padi-Padi dan Gaung Doa untuk Keberlimpahan Panen

Dari situ, Tiek meracik sebuah tarian. Yang unik, pada awalnya tarian ciptaan Tiek belum punya nama, lo. Nama Jalungmas digagas oleh Suhartoyo, penata iringan tari sekaligus panitia teknis pentas dalam acara Serulingmas tersebut.

Tari Jalungmas menggambarkan kegembiraan pemuda di Kabupaten Cilacap dalam pergaulan sehari-hari. Tari ini diawali dengan kendangan Sunda yang diikuti dengan masuknya para penari putri ke panggung. Mereka melakukan gerakan Lenggang Garuda memutari panggung, yang diikuti gerakan sembahan.

Terdapat tiga ragam dalam tarian ini, yakni ragam A, ragam B, dan ragam C. Penari putri melakukan gerakan dari bagian A dan B yang masing-masing terdiri atas 22 ragam gerak dan 12 ragam gerak. Ketika penari putri melakukan bagian C, para penari putra memasuki panggung dan ikut menari secara berpasangan. Tari ditutup dengan ragam jalan ongkang-ongkang oleh penari putra dan ragam jalan lembehan oleh penari putri

Sempat Mati Suri

Meskipun memiliki sejarah yang erat dengan Cilacap, Tari Jalungmas sempat mati suri selama beberapa tahun. Tarian tersebut sangat jarang dipentaskan.

Nggak ingin kehilangan identitas daerah, sejumlah pemerhati seni termasuk Komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) dan Asosiasi Pemuda Pemudi Indonesia Cilacap (APPIC) pun berupaya menghidupkannya kembali, seperti ditulis citranewsindonesia.com (18/1/2018).

Baca juga:
Medium Dakwah Bernama Tari Zipin
Kentrung Demak, Sajian Cerita Tutur yang Hampir Hilang

Yang hebat, mereka menggaet pencipta aslinya untuk melatih anak-anak yang pentas pada rangkaian Sodong Culture Symphony pada Januari 2018 di Pantai Sodong Adipala, Cilacap. Ya, Tiek Endarti merasa tergerak untuk terlibat kembali meskipun telah pensiun mengajar.

Keren, ya! Semoga saja tarian unik ini bisa bangkit kembali, ya, Millens. (IB08/E02)