Aneka Pertunjukan Meriahkan Tradisi Apitan Warga Sampangan Semarang

Aneka Pertunjukan Meriahkan Tradisi Apitan Warga Sampangan Semarang
Arak-arakan di sekitar Jalan Sampangan, Kota Semarang, Sabtu (27/7). (Inibaru.id/ Audrian F)

Di tengah terik siang yang begitu menyengat di Jalan Menoreh Raya, Sampangan, Kota Semarang, disesaki oleh masyarakat. Mereka mengenakan berbagai pernak-pernik menarik mulai dari baju adat, tari modern, hingga pakaian karnaval.

Inibaru.id - Ramai dan seru. Itulah kesan saat menyaksikan acara ini. Masyarakat dari berbagai latar belakang dan usia memadati pinggir jalan untuk menonton jalannya tradisi apitan ini. Yang membuat meriah, aneka pertunjukan yang juga digelar di sepanjang acara. Nggak ketinggalan menarik juga, banyak gunungan yang berisi tumbuhan palawija dari hasil bumi masyarakat Sampangan.

Tradisi Apitan menurut ketua acara, Wagiran, tergelar dalam rangka sebagai ungkapan rasa syukur atas segala karunia kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan limpahan rezeki selama satu tahun ini.

“Bentuk rasa syukur diharapkan dapat memberikan pelajaran kepada kita semua dan utamanya generasi penerus akan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kegotongroyongan dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang atau leluhur,” terang Wagiran dalam sambutannya pada Sabtu (27/7).

Ibu-ibu dengan segala pernak-perniknya turut mewarnai tradisi Apitan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sesuai visi Kota Semarang, tradisi Apitan ini mengusung tema “Upaya Membangun Kebersamaan untuk Mewujudkan Kota Semarang Semakin Hebat dan Sejahtera”. Wagiran juga menjelaskan arti dari tema tersebut bahwa kita semua harus bergerak bersama.

“Slogan 'Semarang Semakin Hebat dan Sejahtera' tidak akan terwujud kalau warga kota Semarang tidak mempunyai tujuan bersama untuk maju mengambil peran masing-masing,” tandas Wagiran.

Pada perhelatan tradisi Apitan kali ini digelar pawai keliling dari berbagai RW Kelurahan Sampangan. Rangkaian acara dimulai dengan arak-arakan. Di depan, pasukan pembawa bendera berjalan. Diikuti pramuka, gunungan hasil pertanian, kelompok seni, dan kreasi warga seperti pupuk kompos dan lain-lain. Gunungan hasil bumi palawija tentu daya tarik utama. Setelah pawai berakhir gunungan tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar yang mengikuti tradisi apitan.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti saat memberikan sambutan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sementara itu Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga turut menghadiri acara tersebut salut kepada warga Sampangan yang meskipun di siang hari namun tetap semangat untuk menjalankan tradisi.

“Saya awalnya agak terkejut dengan penyelenggaraan ini yang diadakan di siang hari. Panasnya menyengat. Tapi untuk masyarakat Sampangan saya mengacungi jempol karena tetap semangat untuk menjalankan tradisi ini,” pungkas Hevearita.

Nggak hanya arak-arakan, Millens. Masih ada pertunjukan kuda lumping oleh Grup Turonggo Seto selepas selesai arak-arakan. Lalu malamnya ada pertunjukan wayang kulit semalam suntuk bersama Ki Kusni Kesdik dari Kabupaten Klaten dengan cerita “Tumuruning Wahyu Topeng Mojo”.

Wah, warga Sampangan memang hebat seperti halnya slogan Kota Semarang dalam menjalankan tradisi. Kamu harus seperti itu juga ya, Millens. (Audrian F/E05)