Eropa, Tiongkok, dan Persia yang Menyatu dalam Joglo Pencu

Eropa, Tiongkok, dan Persia yang Menyatu dalam Joglo Pencu
Sebuah joglo pencu yang ada di Kudus. (Wikipedia-Herusutimbul)

Joglo pencu atau joglo Kudus merupakan rumah tradisional yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Rumah ini menggambarkan akulturasi budaya dari Eropa, Tiongkok, Persia, serta Jawa.

Inibaru.id – Perkembangan zaman membuat manusia memilih barang dan keperluan yang serba praktis. Hal itu juga berlaku dalam hal pemilihan tempat tinggal. Oleh karena inilah, semakin jarang kita menemukan rumah adat khas Jawa yang dijadikan tempat tinggal, termasuk joglo pencu khas Kudus.

Sebagaimana rumah joglo pada umumnya, sebagian besar bangunan joglo pencu terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi. Proses pembuatannya juga nggak bisa sembarangan. Hal ini membuat biaya pembuatan rumah joglo pencu sangat mahal.

Ciri Khas Joglo Pencu

Atap pencu menjadi ciri khas yang cukup menonjol pada rumah adat di Kudus. (Beritamoeria)
Atap pencu menjadi ciri khas yang cukup menonjol pada rumah adat di Kudus. (Beritamoeria)

Joglo pencu punya ciri khas unik, yaitu bentuk atap yang mengerucut ke atas, tapi nggak runcing; dengan tritisan bagian depan dan belakang. Pada bagian ujung atap, kamu bisa menemukan wuwungan sulur-suluran mahkota dan relief berbentuk seperti binatang.

Tata ruang bagian dalam dari joglo pencu juga menarik. Ada jogo satru yang merupakan ruangan untuk menerima tamu, gedongan yang merupakan tempat peristirahatan kepala keluarga, pawon untuk memasak, belajar, dan tempat berkumpul keluarga, dan pekiwan atau tempat mandi dan buang air.

Joglu pencu juga mempunyai empat tiang penyangga yang masing-masing memiliki arti pengendalian sifat manusia. Tiang pertama disebut amarah atau nafsu keburukan, yang kedua adalah lawwamah atau nafsu tetap ingin bermaksiat meski sudah menjalankan perintah agama, lalu shofiyah yang artinya nafsu baik, dan mutmainnah yang berarti nafsu yang sudah bersih dan berganti menjadi sifat terpuji.

Kamu juga bakal menemukan satu tiang utama yang dinamakan soko gender. Tiang ini menandakan tauhid dan menyimbolkan keesaan Sang Pencipta dalam Islam.

Joglo pencu sejak zaman dahulu sengaja dikembangkan dengan arsitektur yang bisa dibongkar pasang. Tujuannya adalah memudahkan jika rumah tersebut dipindahkan ke tempat lain sekaligus bisa bertahan jika ada gempa bumi.

Akulturasi dan Makna

Rumah adat Kudus. (Kemendikbud)
Rumah adat Kudus. (Kemendikbud)

Ada banyak faktor yang mempengaruhi bentuk bangunan joglo pencu. Salah satunya adalah peran dari dua ulama keturunan Tionghoa yang menetap di Kudus sekitar abad ke-15. Mereka tersohor akan keahliannya dalam memahat dan melukis kaligrafi.

Joglo pencu juga merupakan bangunan hasil akulturasi budaya Hindu dan Islam. Selain itu, kamu juga bisa menemukan unsur budaya Tiongkok, Eropa, Persia, dan pesisir utara Jawa pada bangunan tersebut.

Satu hal yang pasti, joglo pencu punya filosofi unik pada bentuk atapnya yang mengerucut ke atas. Maknanya adalah agar orang yang tinggal di dalamnya selalu ingat dengan Sang Pencipta.

Semoga saja bangunan joglo pencu nggak bakal punah dan tetap bisa dilihat oleh anak cucu kita nanti, ya Millens. (Mer, Med/IB31/E07)